Jika BI Pilih Suku Bunga Acuan Ditahan, Ini Pertimbangannya
Kamis, 17 September 2020 - 08:37 WIB
loading...
Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-day reverse repo rate di level 4% dengan mempertimbangkan beberapa hal ini. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-day reverse repo rate di level 4% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG-BI) periode September 2020. Ekonom Bank BRI Anton Hendranata mengatakan, suku bunga yang ditahan ini melihat faktor inflasi yang rendah serta pasar keuangan yang masih stabil
"Kami rasa suku bunga kebijakan (7DRRR) dipertahankan tetap pada 4% pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berakhir pada 17 September 2020," kata Anton saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (17/9/2020).
(Baca Juga: Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan )
Kata dia, meskipun inflasi rendah dan pertumbuhan ekonomi mengarah kepada resesi pada kuartal ketiga pada tahun 2020, volatilitas rupiah dan tekanan keluar arus modal asing diperkirakan akan menjadi pertimbangan bank sentral dalam kebijakan penentuan suku bunganya.
"Kita melihat keluar arus modal asing diperkirakan akan menjadi pertimbangan bank sentral dalam kebijakan penentuan suku bunganya," jelasnya.
Senada yang sama, Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan banyak faktor yang menjadi pertimbangan BI dalam menahan suku bunganya. Diantaranya adalahnya perkembangan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek ini yang menunjukkan volatilitas nilai tukar rupiah
"secara rata-rata meningkat pada bulan September terindikasi dari one-month implied volatility yang meningkat menjadi 11,0% sepanjang bulan September dari bulan Agustus yang tercatat di kisaran 10,7%," kata Josua.
"Kami rasa suku bunga kebijakan (7DRRR) dipertahankan tetap pada 4% pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berakhir pada 17 September 2020," kata Anton saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (17/9/2020).
(Baca Juga: Jaga Nilai Tukar Rupiah Stabil, BI Repo Rate Bakal Ditahan )
Kata dia, meskipun inflasi rendah dan pertumbuhan ekonomi mengarah kepada resesi pada kuartal ketiga pada tahun 2020, volatilitas rupiah dan tekanan keluar arus modal asing diperkirakan akan menjadi pertimbangan bank sentral dalam kebijakan penentuan suku bunganya.
"Kita melihat keluar arus modal asing diperkirakan akan menjadi pertimbangan bank sentral dalam kebijakan penentuan suku bunganya," jelasnya.
Senada yang sama, Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan banyak faktor yang menjadi pertimbangan BI dalam menahan suku bunganya. Diantaranya adalahnya perkembangan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek ini yang menunjukkan volatilitas nilai tukar rupiah
"secara rata-rata meningkat pada bulan September terindikasi dari one-month implied volatility yang meningkat menjadi 11,0% sepanjang bulan September dari bulan Agustus yang tercatat di kisaran 10,7%," kata Josua.
Lihat Juga :