Program Migrasi Tenaga Kerja Terampil Skema Low Cost Diluncurkan di KBRI Tokyo
Senin, 09 Maret 2026 - 14:39 WIB
loading...
A
A
A
Jepang sendiri membuka kuota caregiver bagi Indonesia dalam jumlah besar. Total kuota mencapai 135.000 pekerja sepanjang periode 2024 hingga 2029. Rata-rata peluang mencapai sekitar 27.000 tenaga kerja setiap tahun. Namun tingkat pemenuhan dari Indonesia masih berada di bawah lima persen. Kondisi tersebut menunjukkan peluang besar masih terbuka. Program migrasi low cost diproyeksikan mempercepat pemenuhan kuota tersebut.
Baca Juga: KBRI Phnom Penh Terima 3.100 Aduan WNI Korban Sindikat Online Scam di Kamboja
Perwakilan Kaikoukai Healthcare Corporation, Tetsuya Yamada, menilai kerja sama ini strategis. "Indonesia memiliki sumber daya tenaga kesehatan sangat kompeten," ujar Tetsuya. Menurutnya skema low cost menciptakan sistem perekrutan lebih adil. Program ini juga memperkuat hubungan profesional antara Indonesia dan Jepang.
Chairman IDN-United, Edward Wanandi, menegaskan, komunitas diaspora dapat membuka akses pasar kerja global bagi talenta Indonesia. Mereka juga membangun kepercayaan dengan mitra di negara tujuan. “Biaya migrasi ditekan agar partisipasi pekerja meningkat,” kata Edward.
Ketua Yayasan Usaha Bakti Diaspora, Fify Manan, mengungkapkan, pihaknya memfasilitasi pelatihan serta komunikasi dengan institusi pendidikan kesehatan. Tahap percontohan dimulai sejak Desember 2025 dengan tiga puluh peserta. Implementasi awal direncanakan mulai Juni 2026 di tujuh institusi pendidikan. Ke depan program ditargetkan melibatkan jaringan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan. Selain Jepang, perluasan juga direncanakan ke Jerman, Australia, dan Inggris.
Baca Juga: KBRI Phnom Penh Terima 3.100 Aduan WNI Korban Sindikat Online Scam di Kamboja
Perwakilan Kaikoukai Healthcare Corporation, Tetsuya Yamada, menilai kerja sama ini strategis. "Indonesia memiliki sumber daya tenaga kesehatan sangat kompeten," ujar Tetsuya. Menurutnya skema low cost menciptakan sistem perekrutan lebih adil. Program ini juga memperkuat hubungan profesional antara Indonesia dan Jepang.
Chairman IDN-United, Edward Wanandi, menegaskan, komunitas diaspora dapat membuka akses pasar kerja global bagi talenta Indonesia. Mereka juga membangun kepercayaan dengan mitra di negara tujuan. “Biaya migrasi ditekan agar partisipasi pekerja meningkat,” kata Edward.
Ketua Yayasan Usaha Bakti Diaspora, Fify Manan, mengungkapkan, pihaknya memfasilitasi pelatihan serta komunikasi dengan institusi pendidikan kesehatan. Tahap percontohan dimulai sejak Desember 2025 dengan tiga puluh peserta. Implementasi awal direncanakan mulai Juni 2026 di tujuh institusi pendidikan. Ke depan program ditargetkan melibatkan jaringan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan. Selain Jepang, perluasan juga direncanakan ke Jerman, Australia, dan Inggris.
(nng)
Lihat Juga :