Gak Macem-Macem, Pelaku Usaha Kecil Butuh Realisasi
Jum'at, 18 September 2020 - 20:23 WIB
loading...
Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Perlambatan laju pertumbuhan ekonomi terjadi di hampir semua sektor. Dengan kondisi pertumbuhan ekonomi terkontraksi, ada potensi kenaikan angka pengangguran dan kemiskinan .
Ekonom CORE Indonesia Akhmad Akbar Susamto mengatakan, peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap perekonomian sangat besar. Peran itu dilihat dari proporsinya terhadap PDB, dan dilihat juga kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja. Tetapi, tentu saja mereka (UMKM) terdampak pula oleh pandemi Covid-19.
"Karena itu, menyelamatkan UMKM menjadi sangat urgen di tengah situasi seperti sekarang," kata Akbar di Jakarta, Jumat (18/9/2020).
Lebih-lebih karakteristik krisis sekarang berbeda dengan krisis yang pernah kita hadapi sebelumnya. Krisis sekarang, dimulai dari Covid-19 yang langsung terjadi di sektor riil. Tentu saja yang paling terkena adalah para pelaku UMKM.
"Meskipun prediksi kontraksi pertumbuhan ekonomi tidak separah, misalnya dengan krisis 1997/1998, tetapi karena karakterisktik krisisnya yang berbeda, dampak terhadap UMKM-nya sangat besar," tambah Akbar. ( Baca juga:Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikasih Diskon Sewa Tanah Negara 85% )
Dia menyebut, permasalahan yang dihadapi UMKM saat ini adalah masalah penjualan atau perminta yang menurun, sulitnya bahan baku, distribusi yang terhambat, permodalan, dan produksi terhambat. Menariknya, di tengah pandemi Covid-19 ini masih banyak UMKM yang menunjukkan keinginan untuk rencana mengembangkan usaha.
Ekonom CORE Indonesia Akhmad Akbar Susamto mengatakan, peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap perekonomian sangat besar. Peran itu dilihat dari proporsinya terhadap PDB, dan dilihat juga kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja. Tetapi, tentu saja mereka (UMKM) terdampak pula oleh pandemi Covid-19.
"Karena itu, menyelamatkan UMKM menjadi sangat urgen di tengah situasi seperti sekarang," kata Akbar di Jakarta, Jumat (18/9/2020).
Lebih-lebih karakteristik krisis sekarang berbeda dengan krisis yang pernah kita hadapi sebelumnya. Krisis sekarang, dimulai dari Covid-19 yang langsung terjadi di sektor riil. Tentu saja yang paling terkena adalah para pelaku UMKM.
"Meskipun prediksi kontraksi pertumbuhan ekonomi tidak separah, misalnya dengan krisis 1997/1998, tetapi karena karakterisktik krisisnya yang berbeda, dampak terhadap UMKM-nya sangat besar," tambah Akbar. ( Baca juga:Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikasih Diskon Sewa Tanah Negara 85% )
Dia menyebut, permasalahan yang dihadapi UMKM saat ini adalah masalah penjualan atau perminta yang menurun, sulitnya bahan baku, distribusi yang terhambat, permodalan, dan produksi terhambat. Menariknya, di tengah pandemi Covid-19 ini masih banyak UMKM yang menunjukkan keinginan untuk rencana mengembangkan usaha.
Lihat Juga :