Sistem Berjenjang Jadi Jawaban Krisis Bibit Tebu

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:21 WIB
loading...
A A A
Artinya, pembangunan KBD seluas 100 hektare di Majalengka berpotensi menopang pengembangan kebun tebu hingga sedikitnya 600 hektare. Pemerintah berharap hasil sertifikasi benih nantinya benar-benar terserap untuk mendukung perluasan tanam di wilayah sekitar.

Namun Ebi mengingatkan bahwa pengawasan distribusi dan penggunaan benih harus dilakukan secara disiplin agar tidak terjadi penyimpangan, termasuk praktik “double account” antara benih program dan overbooking. “Kalau kejadian seperti itu, APH bisa masuk. Karena kita menjaga kualitas benih dan kita tidak main-main untuk kegiatan ini,” ujarnya.

Baca Juga: Dunia Krisis Energi, Pemerintah Siapkan BBM Etanol 20% dari Ampas Tebu-Jagung

Selain berdampak pada sektor produksi, pembangunan KBD juga dinilai memiliki implikasi ekonomi dan sosial yang besar. Program tersebut menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, meningkatkan aktivitas ekonomi desa, dan memperkuat keterlibatan petani dalam rantai pasok industri gula nasional.

Dalam konteks nasional, pemerintah mulai menempatkan swasembada gula sebagai isu strategis di tengah ketidakpastian pangan global. Gangguan rantai pasok dan kebijakan pembatasan ekspor pangan di sejumlah negara produsen membuat Indonesia mempercepat penguatan produksi domestik. “Kenapa gula harus swasembada? Karena kita tidak boleh tergantung kepada negara lain,” kata Ebi.

Ia menegaskan, keberhasilan program KBD sangat ditentukan oleh kualitas perawatan dan disiplin penerapan standar penangkaran. Pemerintah menargetkan seluruh benih yang dihasilkan mampu lolos sertifikasi sehingga benar-benar dapat menjadi fondasi pengembangan industri gula nasional.

Ke depan, sistem peredaran bibit berjenjang diproyeksikan menjadi tulang punggung transformasi sektor tebu Indonesia. Jika pembangunan kawasan berbasis benih unggul berjalan konsisten, Indonesia tidak hanya berpeluang memperkuat swasembada gula konsumsi, tetapi juga membuka jalan menuju pengembangan industri bioetanol dan hilirisasi tebu bernilai tambah tinggi
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Petani Mulai Tanam Tebu,...
Petani Mulai Tanam Tebu, DPR Dorong Ada Perbaikan Ekosistem Gula
Wujudkan Ketahanan Pangan,...
Wujudkan Ketahanan Pangan, KB Bank Salurkan Kredit ke Petani Tebu
Gandeng Petani Tebu,...
Gandeng Petani Tebu, PTPN III Dorong Pertanian Berkelanjutan
Soal Impor Gula, Ganjar...
Soal Impor Gula, Ganjar Tegaskan Serap Dulu Hasil Tebu Petani
Petebu Ganjar Dorong...
Petebu Ganjar Dorong Peningkatan Produktivitas Gula Merah
Program Makmur Petrokimia...
Program Makmur Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas Tebu 9,4% di Malang
Wujudkan Kemandirian...
Wujudkan Kemandirian Pangan, Ibas Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Madiun
Petani Tebu di Budugsidorejo...
Petani Tebu di Budugsidorejo Jombang Panen Perdana Musim Giling 2025
Tom Lembong Klaim Kebijakannya...
Tom Lembong Klaim Kebijakannya Bikin Petani Senang, Harga Tebu di Atas HPP
Rekomendasi
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Kejutan! Maroko Singkirkan...
Kejutan! Maroko Singkirkan Belanda Lewat Drama Adu Penalti
Berita Terkini
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved