Sistem Berjenjang Jadi Jawaban Krisis Bibit Tebu

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:21 WIB
loading...
A A A
Ia menjelaskan, penggunaan benih overbooking dari kebun tebu giling hanya diperbolehkan apabila benih berjenjang tidak tersedia atau stoknya terbatas. Namun penggunaannya juga dibatasi secara ketat, yakni hanya dari tanaman pertama atau maksimal ratoon satu dengan ambang serangan penyakit tertentu yang masih diperbolehkan.

Dalam sistem KBD, standar kualitas benih ditetapkan jauh lebih tinggi. Kebun benih datar tidak boleh terserang Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), termasuk penyakit luka api dan penggerek batang yang selama ini menjadi ancaman serius bagi produktivitas tebu. “Luka api 1 persen pun tidak boleh ada. Nol koma sekian pun tidak boleh ada karena memang dipersyaratannya seperti itu,” ujarnya.

Menurut Ebi, kualitas benih menjadi titik awal keberhasilan hilirisasi industri gula nasional. Dengan benih unggul yang sehat dan terstandarisasi, produktivitas tebu dapat meningkat secara signifikan sehingga memperkuat pasokan bahan baku industri gula nasional.

Pemerintah bahkan mengalokasikan investasi besar untuk pembangunan sistem perbenihan perkebunan. Dari total anggaran Rp3,5 triliun untuk program penyediaan benih dan bioimunisasi tujuh komoditas perkebunan nasional, sekitar Rp1,5 triliun dialokasikan khusus untuk tebu.

“Ini seumur-umur saya bekerja selama 24 tahun, anggaran kita baru besar-besaran untuk tebu. Artinya pemerintah memberikan perhatian yang sangat serius supaya kita tidak terus-menerus menjadi negara pengimpor,” katanya.

Secara teknis, satu hektare KBD diproyeksikan mampu menyediakan benih untuk minimal enam hektare pengembangan area tebu baru. Bahkan dalam kondisi perawatan optimal dan ketersediaan air yang cukup, produktivitas penangkaran dapat mencapai tujuh hingga 10 hektare.

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Petani Mulai Tanam Tebu,...
Petani Mulai Tanam Tebu, DPR Dorong Ada Perbaikan Ekosistem Gula
Wujudkan Ketahanan Pangan,...
Wujudkan Ketahanan Pangan, KB Bank Salurkan Kredit ke Petani Tebu
Gandeng Petani Tebu,...
Gandeng Petani Tebu, PTPN III Dorong Pertanian Berkelanjutan
Soal Impor Gula, Ganjar...
Soal Impor Gula, Ganjar Tegaskan Serap Dulu Hasil Tebu Petani
Petebu Ganjar Dorong...
Petebu Ganjar Dorong Peningkatan Produktivitas Gula Merah
Program Makmur Petrokimia...
Program Makmur Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas Tebu 9,4% di Malang
Wujudkan Kemandirian...
Wujudkan Kemandirian Pangan, Ibas Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Madiun
Petani Tebu di Budugsidorejo...
Petani Tebu di Budugsidorejo Jombang Panen Perdana Musim Giling 2025
Tom Lembong Klaim Kebijakannya...
Tom Lembong Klaim Kebijakannya Bikin Petani Senang, Harga Tebu di Atas HPP
Rekomendasi
Sarwendah Pamer Rumah...
Sarwendah Pamer Rumah Baru, Kuasa Hukum Ruben Onsu Buka Fakta Rumah Lama
Wujudkan Rencana Liburan...
Wujudkan Rencana Liburan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
Nathalie Holscher Siap...
Nathalie Holscher Siap Menikah dengan Arpat, Akad Nikah Digelar Besok
Berita Terkini
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved