Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini

Minggu, 07 Juni 2026 - 21:00 WIB
loading...
A A A
Sebaliknya, China juga masih sangat bergantung pada kebebasan navigasi internasional dan rute maritim yang saat ini dijaga ketat oleh kehadiran militer laut AS. Ketergantungan ini terjadi karena Beijing masih harus mengimpor lebih dari 40 persen kebutuhan gas alam serta tiga perempat dari total konsumsi minyak mentahnya.

Peta persaingan menuju emisi nol bersih (net zero) kian kabur setelah Presiden AS Donald Trump mulai meninggalkan regulasi federal terkait pembatasan emisi gas rumah kaca. Di waktu yang bersamaan, China juga mempertimbangkan untuk kembali mengoptimalkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara demi mengamankan kebutuhan energi dalam negeri akibat berkurangnya pasokan minyak dari Iran.

Jika penutupan Selat Hormuz berlangsung dalam jangka panjang, risiko resesi ekonomi global akan meningkat dan memaksa banyak negara menaikkan anggaran pertahanan serta ketahanan pangan dan air. Situasi ini diperparah oleh fenomena pemanasan global dan gelombang panas ekstrem yang berpotensi memicu inflasi tinggi serta gejolak sosial di negara-negara yang mengalami krisis air.

Kunci stabilitas ekonomi global ke depan berada pada kemauan komunitas internasional untuk mengurangi konsumsi yang tidak efisien demi mengatasi krisis iklim. Kerja sama kolaboratif di tingkat regional maupun multilateral menjadi keharusan, mengingat dekade berikutnya akan menjadi pembuktian apakah kompetisi sengit ini akan memicu konflik terbuka atau justru memaksa dunia menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
Rekomendasi
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved