Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini

Minggu, 07 Juni 2026 - 21:00 WIB
loading...
A A A
Di sisi lain, China menyadari bahwa listrik adalah penggerak utama ekonominya dan secara strategis telah mendiversifikasi sumber energinya ke sektor non-fosil seperti surya, angin, hidro, dan nuklir. Melalui perencanaan matang, kapasitas listrik non-fosil Beijing kini telah melampaui fosil untuk pertama kalinya, menjadikannya pemimpin global dalam teknologi panel surya, turbin angin, baterai, hingga kendaraan listrik.

Namun, rapuhnya rantai pasok energi global kembali teruji oleh dampak penutupan Selat Hormuz yang mengerek harga minyak mentah melewati ambang batas 100 dolar AS per barel. Penutupan jalur krusial yang mengontrol 25 persen perdagangan minyak lintas laut dunia ini sangat memukul China karena Negeri Tirai Bambu tersebut mengimpor 90 persen kebutuhan minyaknya dari Iran melalui rute tersebut.



Bagi Washington, resolusi atas krisis Selat Hormuz sangat penting guna menstabilkan harga minyak domestik agar tidak membebani konsumen Amerika. Lonjakan harga minyak global akibat penutupan jalur maritim ini justru dinilai menguntungkan negara produsen minyak lain seperti Rusia, yang memperoleh sebagian besar devisa dari ekspor minyak dan gas.

Kendati bersaing ketat, aspek saling ketergantungan membuat AS dan China tidak dapat sepenuhnya memutuskan hubungan ekonomi secara sepihak. AS tetap membutuhkan China yang saat ini menguasai rantai pasok energi bersih dunia serta pemrosesan mineral kritis seperti litium, kobalt, dan tanah jarang (rare earths).

Baca Juga: Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
Transformasi Digital...
Transformasi Digital dan HSSE Jadi Kunci Elnusa Petrofin Perkuat Rantai Pasok Energi
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Rekomendasi
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
3 Mobil Noel Ebenezer...
3 Mobil Noel Ebenezer Dikembalikan KPK, Keluarga: Bukti Dibeli Pakai Uang Sah
First Look Ibra The...
First Look Ibra The Movie: Menembus Langit, Mengungkap Masa Lalu
Berita Terkini
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
Pengetatan Standar Migrasi...
Pengetatan Standar Migrasi BPA Galon Polikarbonat Dipertanyakan, Pakar: Perlu Ada Studi
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
Astra Gelar RUPSLB,...
Astra Gelar RUPSLB, Kantongi Restu Buyback Rp8 Triliun dan Program Saham Manajemen
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved