Bos OJK: Pelaku UMKM Masih Kesulitan Bayar Utang Bank
Jum'at, 25 September 2020 - 18:47 WIB
loading...
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (tengah). Foto/SINDONews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan pemberian insentif berupa bantuan langsung tunai (BLT) belum efektif meringankan beban pelaku UMKM sheingga masih kesulitan membayar utang perbankan. Smapai saat ini, BLT masih belum bisa mengkompensasi tingkat permintaan keringanan kredit perbankan.
Adapun rinciannya penurunan pembayaran pembiayaan kredit perbankan terlah dimulai sejak Januari-Juni, walaupun Juli sempat membaik tapi Agustus kembali menurun. "Di mana kredit kemarin turunnya cukup besar. Perlu waktu agar masyarakat bisa beroperasi sehingga demand kredit bisa naik dengan berbagai insentif tadi," ujar Wimboh saat webinar bertajuk Perbankan Nasional Menghadapi Krisis Ekonomi Global, di Jakarta, Jumat (25/9/2020).
Baca Juga: Kabar Gembira Nih! Beli Rumah Baru Bakal Bebas Biaya KPR
Menurut dia dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 tidak bisa dipungkiri. Namun demikian, seiring dengan membaiknya beberapa indikator, ekonomi Indonesia akan berangsur pulih meski masih dalam posisi minus.
Dia juga menyebutkan, salah satu sektor terimbas adalah kredit perbankan. Akibat pandemi Covid-19, pertumbuhan kredit pun ikut melambat. "Pertumbuhan kredit melambat cukup besar. Di Juli kemarin meski sempat membaik ke 2,27%, tapi Agustus kemarin kembali melambat ke 1,04%," ujarnya.
Adapun rinciannya penurunan pembayaran pembiayaan kredit perbankan terlah dimulai sejak Januari-Juni, walaupun Juli sempat membaik tapi Agustus kembali menurun. "Di mana kredit kemarin turunnya cukup besar. Perlu waktu agar masyarakat bisa beroperasi sehingga demand kredit bisa naik dengan berbagai insentif tadi," ujar Wimboh saat webinar bertajuk Perbankan Nasional Menghadapi Krisis Ekonomi Global, di Jakarta, Jumat (25/9/2020).
Baca Juga: Kabar Gembira Nih! Beli Rumah Baru Bakal Bebas Biaya KPR
Menurut dia dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 tidak bisa dipungkiri. Namun demikian, seiring dengan membaiknya beberapa indikator, ekonomi Indonesia akan berangsur pulih meski masih dalam posisi minus.
Dia juga menyebutkan, salah satu sektor terimbas adalah kredit perbankan. Akibat pandemi Covid-19, pertumbuhan kredit pun ikut melambat. "Pertumbuhan kredit melambat cukup besar. Di Juli kemarin meski sempat membaik ke 2,27%, tapi Agustus kemarin kembali melambat ke 1,04%," ujarnya.
Lihat Juga :