Pancen Bejo, Pandemi Hanya Gerus 7 Persen Kinerja Pelindo
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 00:37 WIB
loading...
Suasana menjelang malam Pelabuhan Bongkar Muat Tanjung Priok milik Pelindo II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (23/11/2019). Foto/Dok SINDOphoto/Yulianto
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II (Persero) atau IPC, Arif Suhartono menyatakan bahwa pandemi Covid-19 tidak begitu berdampak pada kinerja perusahaan. Dari hasil kinerja semester I, Pelindo II hanya turun sebesar 7 persen.
"Aktivitas di pelabuhan terdampak oleh Covid-19 namun tidak terlalu dalam seperti sektor lainnya. Semester I, kami hanya turun sekitar 7 persen. Artinya, masih cukup bagus dibandingkan dengan yang sektor lainnya," katanya dalam Market Review IDX Channel, Kamis (1/1/2020).
Dia menjelaskan, pada bulan Agustus kinerja perusahaan mengalami perbaikan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, dimana penurunan kinerja yang paling dalam terjadi pada bulan Juni lalu. (Baca juga: Nikmat, di Tengah Pandemi Industri Kopi Bisa Seruput Devisa USD211 Juta )
"Kita kena hit paling dalam itu di Juni. Kombinasi antara pandemi dengan lebaran. Setelah bulan Juni, baru ada kenaikan," jelasnya.
Dia pun memprediksi kinerja perseroan sampai akhir tahun hanya akan turun sebesar 10 persen saja dibandingkan dengan tahun 2019. Salah satu strategi yang terus diperkuat untuk mendongkrak kinerja adalah digitalisasi.
"Aktivitas di pelabuhan terdampak oleh Covid-19 namun tidak terlalu dalam seperti sektor lainnya. Semester I, kami hanya turun sekitar 7 persen. Artinya, masih cukup bagus dibandingkan dengan yang sektor lainnya," katanya dalam Market Review IDX Channel, Kamis (1/1/2020).
Dia menjelaskan, pada bulan Agustus kinerja perusahaan mengalami perbaikan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, dimana penurunan kinerja yang paling dalam terjadi pada bulan Juni lalu. (Baca juga: Nikmat, di Tengah Pandemi Industri Kopi Bisa Seruput Devisa USD211 Juta )
"Kita kena hit paling dalam itu di Juni. Kombinasi antara pandemi dengan lebaran. Setelah bulan Juni, baru ada kenaikan," jelasnya.
Dia pun memprediksi kinerja perseroan sampai akhir tahun hanya akan turun sebesar 10 persen saja dibandingkan dengan tahun 2019. Salah satu strategi yang terus diperkuat untuk mendongkrak kinerja adalah digitalisasi.
Lihat Juga :