Petani dan Nelayan Gampang Terpapar Krisis, Teten Bantu dari Hulu Sampai Hilir
Rabu, 07 Oktober 2020 - 15:32 WIB
loading...
Teten mengatakan sektor perikanan juga terkena dampak dari Pandemi Covid -19 ini antara lain karena membengkaknya biaya produksi baik itu BBM bagi nelayan untuk ke laut maupun biaya budidaya di sektor hulu. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Terwujudnya ekosistem perikanan yang terintegrasi mulai dari hulu sampai hilir diharapkan bisa membangkitkan lagi industri perikanan rakyat di tengah pandemi . Karena dalam ekosistem itu ditawarkan solusi mulai dari permodalan, sampai offtaker atau pemasaran.
"Sebagai salah satu sektor prioritas, sektor perikanan menyimpan potensi yang besar. Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan ada 2,3 juta nelayan dan 4 juta orang pembudidaya, dimana 96 persennya adalah nelayan tradisional," ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam sambutannya pada webinar "Solusi Pembiayaan dan Pemasaran Perikanan di Tengah Pandemi" yang dibacakan oleh Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit di Jakarta.
(Baca Juga: Teten Siapkan Model Bisnis Korporasi Ala Menir Belanda untuk Petani dan Nelayan )
Teten mengatakan sektor perikanan juga terkena dampak dari Pandemi Covid -19 ini antara lain karena membengkaknya biaya produksi baik itu BBM bagi nelayan untuk ke laut maupun biaya budidaya di sektor hulu.
Sementara di sektor hilirnya, pasar tak mau menyerap secara optimal hasil perikanan dan menurunnya daya beli masyarakat. Selain itu biaya angkut dan logistik yang juga naik.
"Sebagai salah satu sektor prioritas, sektor perikanan menyimpan potensi yang besar. Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan ada 2,3 juta nelayan dan 4 juta orang pembudidaya, dimana 96 persennya adalah nelayan tradisional," ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam sambutannya pada webinar "Solusi Pembiayaan dan Pemasaran Perikanan di Tengah Pandemi" yang dibacakan oleh Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria Simanungkalit di Jakarta.
(Baca Juga: Teten Siapkan Model Bisnis Korporasi Ala Menir Belanda untuk Petani dan Nelayan )
Teten mengatakan sektor perikanan juga terkena dampak dari Pandemi Covid -19 ini antara lain karena membengkaknya biaya produksi baik itu BBM bagi nelayan untuk ke laut maupun biaya budidaya di sektor hulu.
Sementara di sektor hilirnya, pasar tak mau menyerap secara optimal hasil perikanan dan menurunnya daya beli masyarakat. Selain itu biaya angkut dan logistik yang juga naik.
Lihat Juga :