Ekonom Kasih 6 Catatan Penting Pasar Obligasi Pemerintah, Yuk Cek!
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 06:06 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pasar obligasi pemerintah di tahun 2020 nyaris tidak berkaitan dengan aktivitas investasi pemerintah. Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean menuturkan ada enam catatan penting terkait pasar obligasi pemerintah.
Pertama, belanja APBN yang dibiayai oleh defisit tahun ini lebih disasarkan untuk program pemulihan dan dukungan subsidi konsumsi rumah tangga, bukan belanja modal.
Kedua, belanja pembangunan atau modal yang ada pun mengalami pemotongan tajam sejalan dengan merosotnya penerimaan pajak dan rendahnya aktivitas ekonomi atau bisnis.
Ketiga, tingginya likuiditas di pasar uang akibat kebijakan pelonggaran kuantitas uang oleh Bank Indonesia ternyata tidak menyebabkan naiknya dinamika di pasar saham dan obligasi. Yield tenor 10 tahun tetap berada di kisaran 6,8 - 6,9% sepanjang Agustus-September.
(Baca juga: Pesantren Masuk dalam Blue Print Keuangan Syariah, Bos BI: Kita Dorong Sama-sama )
Pertama, belanja APBN yang dibiayai oleh defisit tahun ini lebih disasarkan untuk program pemulihan dan dukungan subsidi konsumsi rumah tangga, bukan belanja modal.
Kedua, belanja pembangunan atau modal yang ada pun mengalami pemotongan tajam sejalan dengan merosotnya penerimaan pajak dan rendahnya aktivitas ekonomi atau bisnis.
Ketiga, tingginya likuiditas di pasar uang akibat kebijakan pelonggaran kuantitas uang oleh Bank Indonesia ternyata tidak menyebabkan naiknya dinamika di pasar saham dan obligasi. Yield tenor 10 tahun tetap berada di kisaran 6,8 - 6,9% sepanjang Agustus-September.
(Baca juga: Pesantren Masuk dalam Blue Print Keuangan Syariah, Bos BI: Kita Dorong Sama-sama )
Lihat Juga :