Omnibus Law Disambut Positif, Kadin Indonesia dan AS Jajaki Peluang Investasi
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 23:54 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melakukan pertemuan dengan United States International Development Finance Corporation (IDFC) untuk menjajaki sejumlah peluang investasi di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Chief Executive Officer (CEO) IDFC Adam Boehler mengapresiasi Omnibus Law Cipta Kerja yang baru disahkan pada awal Oktober ini. "Kami sangat bersemangat mengenai omnibus law ini karena mendukung iklim usaha bisnis," ujarnya, Sabtu (24/10/2020).
(Baca juga: Buruh Minta DPR Tinjau Ulang Omnibus Law Cipta Kerja )
Menurut dia, omnibus law merupakan langkah maju bagi Indonesia untuk menarik investasi ke dalam negeri. Selama ini masih banyak hambatan untuk berinvestasi di Indonesia sehingga investor merasa kesulitan. "Saya rasa omnibus law ini menjadi langkah yang baik," ungkapnya.
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan, Omnibus Law Cipta Kerja memang bertujuan untuk meningkatkan investasi dengan memberikan kemudahan. Dengan adanya aturan ini diharapkan bisa memperbaiki peringkat kemudahan berbisnis atau EoDB di Indonesia dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Pada kesempatan tersebut, Chief Executive Officer (CEO) IDFC Adam Boehler mengapresiasi Omnibus Law Cipta Kerja yang baru disahkan pada awal Oktober ini. "Kami sangat bersemangat mengenai omnibus law ini karena mendukung iklim usaha bisnis," ujarnya, Sabtu (24/10/2020).
(Baca juga: Buruh Minta DPR Tinjau Ulang Omnibus Law Cipta Kerja )
Menurut dia, omnibus law merupakan langkah maju bagi Indonesia untuk menarik investasi ke dalam negeri. Selama ini masih banyak hambatan untuk berinvestasi di Indonesia sehingga investor merasa kesulitan. "Saya rasa omnibus law ini menjadi langkah yang baik," ungkapnya.
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani mengatakan, Omnibus Law Cipta Kerja memang bertujuan untuk meningkatkan investasi dengan memberikan kemudahan. Dengan adanya aturan ini diharapkan bisa memperbaiki peringkat kemudahan berbisnis atau EoDB di Indonesia dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Lihat Juga :