Dongkrak Investasi Ciptakan Lapangan Kerja
Senin, 26 Oktober 2020 - 09:10 WIB
loading...
A
A
A
Kunci kesejahteraan, lanjutnya, sangat tergantung dari tingkat kompetensi pekerja. Semakin baik kompetensinya maka kesejahteraan akan mengikuti.
Saat ini, lanjut Ida, upah minimum selalu naik namun tidak berbanding lurus dengan produktivitas, sehingga tingkat produktivitas Indonesia di bawah rata-rata ASEAN.
Disisi lain, Hary Tanoe menegaskan pihaknya serius dalam mengembangkan bisnis digital. Bahkan, tak hanya di bidang media saja, semua lini bisnis MNC Group mulai diarahkan menuju digital.
Dalam waktu dekat, akan ada dua model bisnis digital yang diperkenalkan. Pertama adalah Motion yang merupakan produk mobile banking dari MNC Bank. (Baca juga: Ratusan Ribu Bayi Meninggal Akibat Polusi Udara)
“Saya memperkenalkan ada dua bisnis case yang akan disampaikan, yang pertama Motion. Motion ini adalah mobile banking dari MNC Bank bermigrasi ke digital banking. Nah, ke depan itu arahnya ke digital,” ujarnya dia.
Menurut Hary Tanoe, digital sangat diperlukan agar MNC Bank bisa bersaing dengan beberapa perbankan besar lainnya. Dengan demikian, MNC Bank juga bisa menjangkau lebih luas lagi ke semua daerah tanpa perlu membuka cabang.
Pasalnya, kata dia, tidak mungkin bank bisa berkompetisi kalau posisinya menjadi bank konvensional. Apalagi MNC Bank dengan jangkauannya yang terbatas. Maka, digitalisasi menjadi solusinya.
“Digital itu bisa menjangkau ke semua lapisan, ke semua daerah tanpa kita harus buka cabang. Dan kita tahu bahwa arahnya adalah cashless. Oleh karena itulah dalam waktu singkat pada tahun ini betul-betul di-push Motion itu dilahirkan supaya kita bisa cepat berkembang di digital banking,” jelasnya.
Dia menambahkan, produk digital ini juga memiliki potensi untuk besar karena para pesaing juga baru memulai. Sehingga menurutnya, secara kompetisi bisa lebih memungkinkan untuk tumbuh besar. (Baca juga: Rawan Korupsi, KPK Bakal Monitor Pilkada di Daerah ini)
“Dan kalau kita perhatikan digital banking itu level playing field-nya itu bisa dikatakan hampir sama dengan yang lain karena yang lain juga masih kecil. Jadi, secara kompetisi itu memungkinkan kita bisa tumbuh besar di banking di area digitalnya,” jelasnya.
Kemudian, produk digital yang kedua adalah loyality points dari aplikasi SPIN. Loyality Points rencananya akan mulai diluncurkan resmi pada November tahun ini.
Saat ini, lanjut Ida, upah minimum selalu naik namun tidak berbanding lurus dengan produktivitas, sehingga tingkat produktivitas Indonesia di bawah rata-rata ASEAN.
Disisi lain, Hary Tanoe menegaskan pihaknya serius dalam mengembangkan bisnis digital. Bahkan, tak hanya di bidang media saja, semua lini bisnis MNC Group mulai diarahkan menuju digital.
Dalam waktu dekat, akan ada dua model bisnis digital yang diperkenalkan. Pertama adalah Motion yang merupakan produk mobile banking dari MNC Bank. (Baca juga: Ratusan Ribu Bayi Meninggal Akibat Polusi Udara)
“Saya memperkenalkan ada dua bisnis case yang akan disampaikan, yang pertama Motion. Motion ini adalah mobile banking dari MNC Bank bermigrasi ke digital banking. Nah, ke depan itu arahnya ke digital,” ujarnya dia.
Menurut Hary Tanoe, digital sangat diperlukan agar MNC Bank bisa bersaing dengan beberapa perbankan besar lainnya. Dengan demikian, MNC Bank juga bisa menjangkau lebih luas lagi ke semua daerah tanpa perlu membuka cabang.
Pasalnya, kata dia, tidak mungkin bank bisa berkompetisi kalau posisinya menjadi bank konvensional. Apalagi MNC Bank dengan jangkauannya yang terbatas. Maka, digitalisasi menjadi solusinya.
“Digital itu bisa menjangkau ke semua lapisan, ke semua daerah tanpa kita harus buka cabang. Dan kita tahu bahwa arahnya adalah cashless. Oleh karena itulah dalam waktu singkat pada tahun ini betul-betul di-push Motion itu dilahirkan supaya kita bisa cepat berkembang di digital banking,” jelasnya.
Dia menambahkan, produk digital ini juga memiliki potensi untuk besar karena para pesaing juga baru memulai. Sehingga menurutnya, secara kompetisi bisa lebih memungkinkan untuk tumbuh besar. (Baca juga: Rawan Korupsi, KPK Bakal Monitor Pilkada di Daerah ini)
“Dan kalau kita perhatikan digital banking itu level playing field-nya itu bisa dikatakan hampir sama dengan yang lain karena yang lain juga masih kecil. Jadi, secara kompetisi itu memungkinkan kita bisa tumbuh besar di banking di area digitalnya,” jelasnya.
Kemudian, produk digital yang kedua adalah loyality points dari aplikasi SPIN. Loyality Points rencananya akan mulai diluncurkan resmi pada November tahun ini.
Lihat Juga :