Dongkrak Investasi Ciptakan Lapangan Kerja

Senin, 26 Oktober 2020 - 09:10 WIB
loading...
A A A
“Dan ini akan menjadi hal yang sangat penting untuk menciptakan loyalitas dari pada rekanan atau subscriber atau user base dari pada grup unit-unitnya atau produknya,” jelasnya.

Menurut Hary Tanoe, produk ini sangat penting untuk menciptakan loyalitas kepada rekanan-rekananan, maupun subscribers atau costumer base dari MNC Group. Sebagai salah satu contohnya adalah ketika ada masyarakat yang mendaftar RCTI+ akan mendapaktan poin.

“Sebagai contoh, misalnya ya loyalty point ini dibangun. Misalnya nanti di RCTI+ kalau misalnya dia mendaftar akan dikasih poin. Karena kita pada akhirnya akan mengintegrasikan semua data base grup. Sekarang sudah dibentuk baru tandem dengan MNC center, tujuannya untuk mengintegrasikan semua data grup untuk marketing communication,” jelasnya.

Lebih lanjut Hary Tanoe menambahkan, dengan kedua produk tersebut membuktikan bahwa MNC Group fokus kepada bisnis digital. Tak hanya perbankan, beberapa lini bisnis lainya juga diarahkan untuk mulai serius ke arah digital. (Baca juga: Tips Menyelesaikan Kredit Bermasalah)

“Jadi saya mengatakan begini betapa seriusnya grup ini membangun digital, baik yang berkaitan dengan media dari kelompok FTA (free-to-air) dan konten, tv broadband dan OTT, maupun financial service nanti ke arah situ,” tutupnya.

Pertumbuhan Ekonomi Didorong Pascapandemi

Chief Economist TanamDuit Ferry Latuhihin mengatakan dalam strategi membuka lapangan kerja pemerintah harus bekerja keras mengupayakan pertumbuhan ekonomi pasca pandemi Covid-19 sebesar 6% per tahun.

“Tujuan utamanya untuk menyerap tenaga kerja baru. Selain itu pemerintah juga harus menarik investasi langsung atau FDI sebanyak mungkin melalui berbagai deregulasi dan debirokratisasi,” kata Ferry saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Berikutnya fokus dalam pembangunan juga harus diprioritaskan kepada pemenuhan substitusi impor. Substitusi impor tersebut untuk menyelamatkan cadangan devisa dan memperbesar tabungan nasional supaya bisa investasi. Hal ini kerap dikeluhkan pemerintah yang menyebutkan untuk gantungan baju saja masih impor. (Lihat videonya: Skateboard Dapat Melatih Keberanian Anak-anak Sejak Dini)

“Tapi lebih dari itu, kementrian/lembaga harus dilarang membeli barang-barang impor yang tampaknya seperti disengaja untuk menghabiskan anggaran. Jumlahnya tidak kecil Rp200 triliun per tahun,” sebutnya. (Giri Hartomo/Hafid Fuad)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Periode Penting dalam Investasi Waran Terstruktur
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
Investasi Rp1.010 Triliun...
Investasi Rp1.010 Triliun Mengalir ke RI Sepanjang 6 Bulan Pertama 2026, Cek Peta Penyebarannya
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
Resmi Kolaborasi dengan...
Resmi Kolaborasi dengan MNC Group untuk Piala AFF 2026, Reza Arap: Saya Merasa Sangat Terhormat
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
Rekomendasi
3 Mobil Noel Ebenezer...
3 Mobil Noel Ebenezer Dikembalikan KPK, Keluarga: Bukti Dibeli Pakai Uang Sah
Reza Arap Ungkap Momen...
Reza Arap Ungkap Momen Paling Berkesan Bersama Lula Lahfah saat Syuting Harusnya Horror
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
Berita Terkini
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
Pengetatan Standar Migrasi...
Pengetatan Standar Migrasi BPA Galon Polikarbonat Dipertanyakan, Pakar: Perlu Ada Studi
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
Astra Gelar RUPSLB,...
Astra Gelar RUPSLB, Kantongi Restu Buyback Rp8 Triliun dan Program Saham Manajemen
Delapan Fraksi Setujui...
Delapan Fraksi Setujui RUU PFII, Indonesia Didorong Jadi Pusat Keuangan Global
Pangkas 250 BUMN, Prabowo...
Pangkas 250 BUMN, Prabowo Sebut Negara Hemat Rp50 Triliun
Infografis
Ilmuwan Swiss Berhasil...
Ilmuwan Swiss Berhasil Ciptakan Baterai Hidup dari Jamur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved