Transaksi Dompet Digital Melesat, Bikin Dompet Kulit Makin Tepos
Rabu, 04 November 2020 - 19:25 WIB
loading...
Transaksi pembayaran di Indonesia diprediksi akan dikuasai dompet digital. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Dompet digital telah diadopsi secara luas oleh konsumen Indonesia. Bahkan, transaksi pembayaran di Indonesia diprediksi akan dikuasai dompet digital (e-wallet), yakni bisa mencapai 50%. Managing Director Ipsos in Indonesia Soeprapto Tan mengatakan, berdasarkan hasil temuan Ipsos untuk Asia Tenggara pada bulan September 2020 selama pandemi Covid-19 ada peningkatan sekitar 44% masyarakat Indonesia lebih sering menggunakan pembayaran non-tunai atau cashless payment.
Berdasarkan survei yang dilakukan Ipsos in Indonesia, ada lima brand produk dompet digital yang mengusai pangsa pasar. ShopeePay berhasil menempati posisi pertama sebagai merek dompet digital paling unggul di Indonesia. ShopeePay menjadi dompet digital yang paling sering digunakan selama bulan Oktober 2020 dengan porsi 34%, menyusul Ovo sebesar 28% kemudian GoPay 17%, Dana 14%, dan Link Aja sebesar 7%.
"Di antara para pemain dompet digital, ShopeePay berhasil unggul sebagai merek dompet digital yang memiliki penetrasi tertinggi dalam tiga bulan terakhir, yakni 48% dari total pengguna dompet digital di Indonesia, disusul Ovo (46%), GoPay (35%), kemudian Dana (26%) dan LinkAja (16%)," kata dia di Jakarta, Rabu (4/11/2020).
Baca Juga: Gara-Gara Pandemi, Konsumen Jadi Ketagihan Pakai Dompet Digital
Jika dilihat dari pangsa pasar nilai transaksi, ShopeePay juga berhasil mencatatkan pangsa pasar jumlah transaksi tertinggi dalam tiga bulan transaksi, yakni 29% dari total nilai transaksi e-wallet di Indonesia, diikuti oleh OVO (27% dari total), kemudian oleh GoPay (22% dari total), Dana (14% dari total), serta LinkAja (7%). Sedangkan dari pangsa pasar nilai transaksi, ShopeePay menjadi merek dompet digital yang mencatatkan pangsa pasar nilai transaksi terbesar, yakni 32% dari total nilai transaksi dompet digital di Indonesia, disusul oleh OVO (25% dari total), GoPay (21% dari total), DANA (14% dari total), dan LinkAja (8%).
Berdasarkan survei yang dilakukan Ipsos in Indonesia, ada lima brand produk dompet digital yang mengusai pangsa pasar. ShopeePay berhasil menempati posisi pertama sebagai merek dompet digital paling unggul di Indonesia. ShopeePay menjadi dompet digital yang paling sering digunakan selama bulan Oktober 2020 dengan porsi 34%, menyusul Ovo sebesar 28% kemudian GoPay 17%, Dana 14%, dan Link Aja sebesar 7%.
"Di antara para pemain dompet digital, ShopeePay berhasil unggul sebagai merek dompet digital yang memiliki penetrasi tertinggi dalam tiga bulan terakhir, yakni 48% dari total pengguna dompet digital di Indonesia, disusul Ovo (46%), GoPay (35%), kemudian Dana (26%) dan LinkAja (16%)," kata dia di Jakarta, Rabu (4/11/2020).
Baca Juga: Gara-Gara Pandemi, Konsumen Jadi Ketagihan Pakai Dompet Digital
Jika dilihat dari pangsa pasar nilai transaksi, ShopeePay juga berhasil mencatatkan pangsa pasar jumlah transaksi tertinggi dalam tiga bulan transaksi, yakni 29% dari total nilai transaksi e-wallet di Indonesia, diikuti oleh OVO (27% dari total), kemudian oleh GoPay (22% dari total), Dana (14% dari total), serta LinkAja (7%). Sedangkan dari pangsa pasar nilai transaksi, ShopeePay menjadi merek dompet digital yang mencatatkan pangsa pasar nilai transaksi terbesar, yakni 32% dari total nilai transaksi dompet digital di Indonesia, disusul oleh OVO (25% dari total), GoPay (21% dari total), DANA (14% dari total), dan LinkAja (8%).
Lihat Juga :