Perbankan Masih Takut Saat Bisa Jadi Solusi Atasi Resesi Ekonomi
Sabtu, 07 November 2020 - 08:24 WIB
loading...
A
A
A
“Semua itu bisa dilakukan pemerintah dengan cara memberikan subsidi, insentif ke perbankan. Sebab, selama ini perbankan malas memberikan kredit untuk sektor yang banyak menyerap tenaga kerja tadi. Jadi, pertumbuhan ekonomi dapat, pekerjaan dapat, ekspor dapat,” paparnya.
Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan perekonomian Indonesia sepanjang kuartal III (Q3) 2020 tercatat mengalami kontraksi minus 3,49% (yoy). Meski mengalami resesi, hal itu menunjukkan tren itu dinilai positif karena secara kuartal ke kuartal mengalami perbaikan.
“Jadi, kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi kita akan lebih membaik lagi di kuartal IV. Kalau dilihat, itu didorong dari konsumsi domestik. Dari minus 5%, sekarang sudah minus 4%. Kemungkinan konsumsi domestiknya akan lebih baik lagi, minusnya tinggal 1,5% sampai 2% di kuartal IV,” kata Ahmad.
Menurut dia, membaiknya konsumsi domestik tersebut lebih didorong karena penyerapan belanja pemerintah melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) . Hal itu terlihat dari APBN, penyaluran bantuan sosial naik menjadi 79%.
Jika nantinya penyerapan anggaran PEN bisa sampai 100%, itu akan membantu pertumbuhan konsumsi domestik bisa turun ke level minus 2%. “Perbaikan ekonomi itu masih dilihat dari sisi penyerapan anggaran belanja negara, khususnya bantuan sosial dari program PEN,” ungkapnya.
Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan perekonomian Indonesia sepanjang kuartal III (Q3) 2020 tercatat mengalami kontraksi minus 3,49% (yoy). Meski mengalami resesi, hal itu menunjukkan tren itu dinilai positif karena secara kuartal ke kuartal mengalami perbaikan.
“Jadi, kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi kita akan lebih membaik lagi di kuartal IV. Kalau dilihat, itu didorong dari konsumsi domestik. Dari minus 5%, sekarang sudah minus 4%. Kemungkinan konsumsi domestiknya akan lebih baik lagi, minusnya tinggal 1,5% sampai 2% di kuartal IV,” kata Ahmad.
Menurut dia, membaiknya konsumsi domestik tersebut lebih didorong karena penyerapan belanja pemerintah melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN) . Hal itu terlihat dari APBN, penyaluran bantuan sosial naik menjadi 79%.
Jika nantinya penyerapan anggaran PEN bisa sampai 100%, itu akan membantu pertumbuhan konsumsi domestik bisa turun ke level minus 2%. “Perbaikan ekonomi itu masih dilihat dari sisi penyerapan anggaran belanja negara, khususnya bantuan sosial dari program PEN,” ungkapnya.
(akr)
Lihat Juga :