Perbankan Masih Takut Saat Bisa Jadi Solusi Atasi Resesi Ekonomi

Sabtu, 07 November 2020 - 08:24 WIB
loading...
A A A
Subsidi kredit usaha rakyat (KUR) juga perlu ditambah. Misalnya, total subsidi ditambah sekitar 15-20%. Begitu juga subsidi bunga untuk sektor konsumsi. “Jadi, kalau pemerintah mau mendorong pertumbuhan ekonomi kembali ke arah positif di kuartal I 2021, syaratnya adalah mendorong pertumbuhan kredit perbankan,” sambung dia.

Strategi lainnya adalah pemerintah harus merinci sektor ekonomi apa saja yang menampung banyak pekerja. Kalau pertumbuhan kreditnya naik, maka bisa menyerap banyak lapangan kerja.

Adapun tiga sektor yang paling besar menyerap tenaga kerja, menurut Ahmad, adalah pertanian-perikanan, pertambangan, dan manufaktur atau industri olahan. Namun, ketiga sektor tersebut justru yang saat ini pertumbuhan kreditnya paling lambat.

“Makanya, pemerintah bisa memberikan credit guarantee untuk pertanian pangan, khususnya beras. Apalagi, pemerintah punya progam food estate. Bagaimana caranya agar petani-petani swasta itu dilibatkan dalam proses food estate, misalnya melalui bantuan kredit KUR,” ujarnya.

(Baca Juga: Menko Airlangga: Perbaikan Ekonomi Indonesia Didorong Lonjakan Sisi Demand )

Kebijakan itu juga dilakukan pada sektor pertambangan. Misalnya, mendorong BUMN melakukan hilirisasi untuk pertambangan yang menghasilkan ekspor seperti nikel dan lainnya. Begitu juga sektor manufaktur atau industri berbasis ekspor, terutama industri olahan makanan.

Lantaran itu, Ahmad menyarankan pemerintah menyelesaikan masalah tersebut dari sisi hulu sampai hilirnya. Caranya, pemerintah harus mendorong banyak kredit ke sektor tersebut dan membangun infrastruktur pendukung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
BI Rate Naik, LPS Tetap...
BI Rate Naik, LPS Tetap Tahan Tingkat Bunga Penjaminan 3,5%
Rupiah Terus Tergerus,...
Rupiah Terus Tergerus, OJK Sebut Industri Perbankan RI Masih Memadai Hadapi Ancaman
BSSN-Asbanda Kolaborasi...
BSSN-Asbanda Kolaborasi Perkuat Keamanan Siber Perbankan Daerah
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
Mahasiswa MNC University...
Mahasiswa MNC University Pelajari Praktik Layanan Pelanggan Industri Perbankan melalui Company Visit ke Halo BCA
Pesta Elite, Resesi...
Pesta Elite, Resesi Sulit
Bank Indonesia Buka...
Bank Indonesia Buka Rekrutmen Special Hire dan PKWT 2026, Daftar Hari Ini
Rekomendasi
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
Polisi Harus Usut Mendalam...
Polisi Harus Usut Mendalam Korban Perundungan dan Tersengat Listrik di Jakpus
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Berita Terkini
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Infografis
Habitat Asli Harimau...
Habitat Asli Harimau Jawa yang Masih Terjaga hingga Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved