Dana Asing Mengalir Lagi ke Negara Berkembang Pasca Pilpres AS
Minggu, 08 November 2020 - 13:03 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Ekonomi Indonesia pada kuartal III/2020 resmi mengalami resesi dengan angka minus 3,49%. Menurut pengamat ekonomi Hans Kwee pertumbuhan ini lebih baik dari minus 5,32 % pada kuartal ke dua dan lebih baik dari banyak Negara lain di dunia.
Adapun hasil pemilu AS membuat mata uang yang paling volatil terhadap Dolar AS seperti Yen Jepang, Rupiah dan Won Korea menguat. "Potensi dana asing akan kembali masuk ke emerging market," ujar Hans di Jakarta, Minggu (8/11/2020). (Baca juga: Biden: Ini Saatnya Menyembuhkan AS )
Selain itu, Obligasi Pemerintah Indonesia juga berpotensi mendapatkan sentimen positif karena nilai tukar Rupiah yang dianggap undervalued, biaya lindung nilai yang relatif rendah dan Yield US Treasury masih akan tetap rendah.
Hans mengatakan pasar saham dunia termasuk Indonesia di awal pekan mungkin menguat menyambut kemenangan Biden. Tetapi sesudah itu sangat rawan mengalami aksi ambil untung profit taking akibat kenaikan yang banyak pada minggu lalu.
(Baca juga: Biden Manfaatkan Aliansi untuk Hadapi China )
Adapun hasil pemilu AS membuat mata uang yang paling volatil terhadap Dolar AS seperti Yen Jepang, Rupiah dan Won Korea menguat. "Potensi dana asing akan kembali masuk ke emerging market," ujar Hans di Jakarta, Minggu (8/11/2020). (Baca juga: Biden: Ini Saatnya Menyembuhkan AS )
Selain itu, Obligasi Pemerintah Indonesia juga berpotensi mendapatkan sentimen positif karena nilai tukar Rupiah yang dianggap undervalued, biaya lindung nilai yang relatif rendah dan Yield US Treasury masih akan tetap rendah.
Hans mengatakan pasar saham dunia termasuk Indonesia di awal pekan mungkin menguat menyambut kemenangan Biden. Tetapi sesudah itu sangat rawan mengalami aksi ambil untung profit taking akibat kenaikan yang banyak pada minggu lalu.
(Baca juga: Biden Manfaatkan Aliansi untuk Hadapi China )
Lihat Juga :