10 Perusahaan 'Pelat Merah' Penyumbang Terbesar Pendapatan Negara

Sabtu, 05 Desember 2020 - 10:28 WIB
loading...
10 Perusahaan Pelat...
Kemenkeu melaporkan, terdapat 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyumbang terbesar atas Pendapatan dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) sepanjang 2019. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan, terdapat 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyumbang terbesar atas Pendapatan dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) sepanjang 2019. Kesepuluh emiten pelat merah itu berasal dari perbankan dan non perbankan.

Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2019, Kemenkeu mencatat, pendapatan bagian laba BUMN Perbankan sebesar Rp18.595 triliun, seluruhnya adalah berasal dari perseroan negara di bawah Kementerian BUMN. Sedangkan, pendapatan bagian laba BUMN Non Perbankan yang berasal dari perusahaan di bawah Kementerian BUMN senilai Rp32.038 triliun.

(Baca Juga: Gebrakan Baru, Wamen Tiko Buka-Bukaan Aksi Korporasi BUMN Tahun Depan )

Peningkatan pendapatan KND ini juga disebabkan adanya setoran sisa surplus Bank Indonesia (BI) bagian pemerintah sebesar Rp30.091 triliun yang disetorkan setelah selesainya audit laporan keuangan BI Tahun Buku 2018.

"Realisasi Pendapatan dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) pada tahun 2019 berupa bagian pemerintah atas laba BUMN TA (Tahun Anggaran) 2019 sebesar Rp50.634 triliun dan pendapatan dari KND lainnya sebesar Rp30.091 triliun," tulis LKPP 2019, dikutip, Jakarta, Minggu (5/12/2020).

Dengan demikian, realisasi KND pada 2019 senilai Rp80.726 triliun atau 177,07 persen dari jumlah yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun lalu sebesar Rp45.589 triliun. Realisasi Pendapatan KND ini lebih besar Rp35.665 triliun atau naik 79,15 persen dibandingkan dengan realisasi pada 2018 sebesar Rp45.060 triliun.

Kemenkeu juga mencatat, emiten non perbankan di bawah Kementerian Keuangan penyumbang KND juga mencapai Rp860 miliar. Dari LKPP disebutkan, terdapat kenaikan pendapatan bagian pemerintah atas laba BUMN sebesar Rp5 triliun, hal ini disebabkan adanya capaian realisasi bagian laba BUMN perbankan dan non perbankan yang mengalami peningkatan karena dipengaruhi oleh kinerja perseroan yang secara umum dinilai membaik.

Adapun sepuluh BUMN penyumbang KND terbesar sepanjang 2019 diantaranya:

1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI senilai Rp9.252 triliun.

2. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom sebesar Rp8.453 triliun.

3. PT Pertamina (Persero) senilai Rp7.950 triliun.

4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp6.754 triliun.

5. PT PLN (Persero) mencapai Rp4 triliun

6. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI senilai Rp2.252 triliun.

7. PT Pegadaian (Persero) sebesar Rp1.387 triliun.

8. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) mencapai Rp1.087 triliun.

9. PT Pupuk Indonesia (Persero) sebesar Rp1.045 triliun.

10. PT Jasa Raharja (Persero) tercatat Rp891 miliar.

Lantas seperti apa kontribusi BUMN di tahun 2020? Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan, kinerja keuangan perseroan negara pada tahun ini menurun hingga 60%. Bahkan, pada 2021 mendatang diproyeksikan kinerja BUMN masih terkontraksi 30% akibat pandemi Covid-19.

(Baca Juga: Erick Thohir Proyeksi Kinerja BUMN Masih Minus 30 Persen di 2021 )

Penurunan kinerja ini juga sejalan dengan kondisi perekonomian nasional yang masih tercatat minus hingga pada kuartal ke-III 2020.

"Karena Covid-19 kita ada perubahan roadmap sedikit. Secara ekonomi dan bidang usaha pasti terkoreksi. Kalau kita lihat di tahun ini koreksinya sampai 60 persen. Tahun depan masih ada koreksi 30 persen," kata Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR beberapa waktu lalu.

Akibat pandemi, 90% emiten plat merah mengalami penurunan laba. Dengan begitu, masalah tersebut akan mempengaruhi sumbangsih BUMN bagi KND.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved