Menciptakan Ekosistem Logistik dan Maritim Kelas Dunia, Mungkinkah?

Minggu, 06 Desember 2020 - 23:41 WIB
loading...
Menciptakan Ekosistem...
Menciptakan Ekosistem Logistik dan Maritim Kelas Dunia, Mungkinkah?
A A A
INDONESIAadalah negara kepuluaan terbesar di dunia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, hingga akhir 2019 terdapat 17.491 pulau di seluruh nusantara dengan lima pulau besar yakni Sumatra, Jawa, Kalimanta, Sulawesi dan Papua. Posisi Indonesia yang strategis diapit oleh Samudera Hindia di sisi barat dan selatan dan Samudera Pasifik di utara dan timur membuat Indonesia memiliki kans besar untuk menjadi poros maritim dunia.

Tidaklah berlebihan apabila Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada periode pertama kepemimpinannya mencanangkan lima pilar utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia. Lima pilar itu diantaranya, pertama pembangunan kembali budaya maritim Indonesia. Kedua, berkomitmen dalam menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut melalui pengembangan industri perikanan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama.

Pilar ketiga yakni, mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan membangun tol laut, pelabuhan laut, logistik, dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim. Keempat, diplomasi maritim yang mengajak semua mitra Indonesia untuk bekerja sama pada bidang kelautan. Sedangkan pilar kelima yakni membangun kekuatan pertahanan maritim. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, tentunya perlu dilakukan banyak hal. Selain membangun infrastruktur, juga perlu dilakukan pendekatan politik, sosial-budaya, hukum, keamanan,dan ekonomi.

Penguatan dan pengembangan konektivitas maritim, peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) kelautan, adalah program-program utama yang harus dilakukan dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Untuk mengakselerasi program dan target tersebut Presiden Jokowi menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 5 Tahun 2020 Tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional.

Dalam Inpres tersebut, sinergi antar kementerian dimaksimalkan. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomioan misalnya, ditugaskan untuk mengkoordinasikan penyusunan arah dan kebijakan umum penataan ekosistem logistik nasional. Juga mengkoordinasikan penetapan langkah-langkah penyelesaian permasalahan dalam pelaksanaan penataan ekosistem logistik nasional. Sementara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bertanggung jawab untuk melakukan penyederhanaan proses bisnis layanan pemerintah di bidang logistik yang berbasis teknologi informasi untuk menghilangkan duplikasi kebijakan.

Kemenkeu juga diarahkan untuk mengkolaborasikan sistem layanan logistik baik internasional maupun domestik antar pelaku kegiatan logistik di sektor pemerintah maupun swasta. Sedangkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diinstruksikan untuk mengintegrasikan sistem perizinan, layanan ekspor, impor, dan logistik melalui Indonesia National Single Window (INSW). Presiden juga menginstruksikan Kemenhub untuk melakkan penataan tata ruang kepelabuhanan dan jalur distribusi barang.

Sedangkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) di instruksikan mengintegrasikan sistem pengajuan perijinan ekspor dan impor di Kemendag dengan ekosistem logistik melalui INSW. Kemendag juga harus mengintegrasikan proses bisnis pelaporan perdagangan antar pulau dengan proses bisnis keberangkatan dan kedatangan sarana pengangkut dalam ekosistem logistik nasional melalui INSW. Kementerian Perindustrian di instruksikan untuk menyederhanakan proses bisnis untuk mengintegrasikan sistem pengajuan persyaratan perizinan ekspor dan impor melalui INSW.

Dengan adanya kebijakan ekosistem logistik nasional tersebut, diharapkan Indonesia bisa memiliki ekosistem logistik yang terintegrasi, efisien dan handal. Ekosistem logistik nasional atau National Logistic Ecosistem (NLE) digadang-gadang bisa menurunkan biaya logistik yang sebelumya sebesar 23,5% menjadi hanya 17% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan demkian, Indonesia akan memiliki daya saing dengan negara lain seperti Malaysia dan Singapura yang selama ini memiliki ongkos logistik lebih murah. NLE akan menjadi suatu platform bagi para stakeholder lain seperti perusahaan transportasi, shipping, kepelabuhanan, pergudangan hingga depo. Namun demikian, kebijakan yang spektakuler karena bisa memangkas rantai birokrasi itu harus diikuti dengan langkah yang paling penting, yakni eksekusi kebijakan tersebut di lapangan.

Masih Menghadapi Tantangan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Mendorong Dialog Lintas...
Mendorong Dialog Lintas Sektor demi Percepat Elektrifikasi Logistik Perkotaan
Awal Tahun 2026, Pertumbuhan...
Awal Tahun 2026, Pertumbuhan Petikemas IPC TPK Tumbuh 8,7 Persen
Mengawali Tahun 2026,...
Mengawali Tahun 2026, Realisasi Arus Petikemas IPC TPK Tumbuh 6,82%
Perluas Jangkauan Layanan,...
Perluas Jangkauan Layanan, Operasional BGR Logistik Makin Kuat di Madura
KSOP Tanjung Priok Inisiasi...
KSOP Tanjung Priok Inisiasi Simulasi Penanganan Tumpahan Minyak Terintegrasi Pertama di Indonesia
Pelindo Regional 2 Sukses...
Pelindo Regional 2 Sukses Layani 119 Ribu Penumpang di H-2 Lebaran
Diskusi Industri: Chandra...
Diskusi Industri: Chandra Asri Mantapkan Arah Transformasi Bisnis Regional
Rekomendasi
Bertemu Pramono, Ketum...
Bertemu Pramono, Ketum Rekat Indonesia Dukung Program Pemberdayaan UMKM Pemprov DKI
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Infografis
Daftar 10 Pemain Tersubur...
Daftar 10 Pemain Tersubur dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved