Ini Dia Sosok Industrialis Rokok Kretek di Masa Lampau

Sabtu, 12 Desember 2020 - 06:43 WIB
loading...
A A A
Juragan rokok Nitisemito kemudian meresmikan nama perusahannya menjadi ‘Sigariten Fabriek M Nitisemito Koedoes’ pada 1918. Pabrik yang berlokasi di Desa Jati tersebut mempekerjakan 10.000 karyawan dan sejak itulah Kudus dikenal sebagai sentra rokok kretek. Pemandangan kota berubah drastis karena setiap pagi dan sore ramai dengan hilir mudik ribuah buruh parik rokok tersebut.

Satu hal lagi yang membuat kretek buatan Nitisemito terkenal adalah karena perusahaan itu mampu menerapkan strategi pemasaran modern yang hingga kini masih dilakukan para produsen modern. Konon, pada masa kejayaannya Nitisemito sudah melakukan berbagai cara promosi seperti membuka stan pameran, mobil keliling, hingga sponsorsip pada kegiatan olahraga. Sayangnya, pabrik rokok ini terpaksa ditutup oleh Nitisemito pada 1938 karena terjadi konflik keluarga.

Tutupnya pabrik rokok ini kemudian membuka peluang perusahaan lain dari Jawa Timur seperti Sampoerna (1913) dan Bentoel (1932). Kendati perusahaan Nitisemito sempat beroperasi lagi saat pendudukan Jepang, namun produksinya tidak bertahan lama karena pasokan bahan bakunya tersendat.

Kendati Nitisemito disebut sebagai Raja Kretek, namun kehadiran rokok kretek yang hingga saat ini beredar tidak bisa lepas dari seorang Djamhari yang disebut sebagai penemu kretek. Namun, sosok pria ini belum banyak yang mengulas karena minimnya bukti dan peninggalannya. Yang pasti dalam kedua buku yang di atas disebutkan Djamhari merupakan orang yang menemukan racikan rokok kretek dengan memadukan campuran tembakau dan cengkeh. Saat itu, campuran dua bahan tersebut digunakan sebagai obat batuk dan untuk melegakan napas dan hanya dikonsumsi sendiri beserta keluarganya.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Harga Gas Penting, tapi...
Harga Gas Penting, tapi Bukan Penyebab Tunggal Industri Lesu dan PHK
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
Bea Cukai Ngurah Rai-Polda...
Bea Cukai Ngurah Rai-Polda Bali Gagalkan Peredaran 937 Butir Narkoba Jenis Mephedrone
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Bea Cukai Sita Ribuan...
Bea Cukai Sita Ribuan Bal Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp53 Miliar
Rekomendasi
Dokter Tifa Tantang...
Dokter Tifa Tantang Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli: Bukan Hanya di Sidang, tapi Juga di Publik
Resmikan SDH Global...
Resmikan SDH Global di Bali, PHG: Perkuat Pendidikan Pencetak Generasi Berkarakter
Unggahan Nana Mirdad...
Unggahan Nana Mirdad soal Vonis Nadiem Makarim Tuai Kritik, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Selat Hormuz Sempat...
Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
Dirut BPJS Kesehatan...
Dirut BPJS Kesehatan Ungkap JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 3,5 Juta Pekerja
Di Tengah Tren Trading,...
Di Tengah Tren Trading, Aplikasi Berizin dan Regulasi Kian Penting Lindungi Investor
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved