Tahun Ini Penerbitan Surat Utang Swasta Bakal Semarak

Senin, 04 Januari 2021 - 16:11 WIB
loading...
Tahun Ini Penerbitan...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 4,5% pada tahun 2021. Ekonom PT Pefindo Fikri C. Permana mengatakan, berbagai langkah menjadi faktor kunci, terutama distribusi vaksin secara merata.

"Saat ini kami berpegang dengan skenario moderat dengan kemungkinan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 4,5% sampai akhir tahun 2021," ujarnya pada Market Review IDX Channel, Senin (4/1/2021). ( Baca juga:Ekonomi Mulai Pulih, Likuiditas Perbankan Tertinggi Sepanjang Sejarah )

Menurut dia, tekanan global diperkirakan mulai berkurang di tahun ini. The Fed diperkirakan masih akan menjaga tingkat suku bunga di level yang rendah. Sementara itu, dengan terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) diperkirakan perekonomian AS akan lebih stabil.

"Di saat yang sama kami juga melihat dari dalam negeri, inflasi kita akan lebih baik dibanding tahun 2020. Kami harap inflasi sesuai perkiraan Bank Indonesia (BI) dalam kisaran 2%-4% di 2021 sehingga bisa menjadi peluang bagi BI untuk menurunkan suku bunga acuan," jelasnya.

Sementara untuk rupiah diproyeksi di level Rp14.000 hingga Rp14.5000 per USD. Menurut Fikri, dengan investor global yang sudah mulai mencari negara-negara dengan yield lebih tinggi, memungkinkan mendorong masuknya aliran modal global yang lebih banyak ke Indonesia di tahun ini. ( Baca juga:Abu Bakar Ba'asyir Segera Bebas, Ini Rekam Jejak dan Kontroversinya )

"Kami harapkan rupiah akan terjaga antara Rp14.000 sampai Rp14.500 sampai akhir 2021. Di saat yang sama, ini akan berdampak positif bagi pasar keuangan di Indonesia baik pasar modal atau pasar utang korporasi sehingga kami harapkan di 2021 mendatang penerbitan surat utang korporasi akan lebih tinggi dari tahun ini," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Resmi Diberhentikan,...
Resmi Diberhentikan, Ini 3 Pejabat Tinggi BI yang Jadi Komisaris Bank BUMN
Rupiah Ambruk hingga...
Rupiah Ambruk hingga Sentuh Rp16.622, BI Sebut Beda Cerita dengan Krismon 1998
Rupiah Sepekan Melemah...
Rupiah Sepekan Melemah Hampir 1 Persen, Berikut Penyebabnya
Fundamental Kuat, Pefindo...
Fundamental Kuat, Pefindo Pertahankan Peringkat Obligasi Lautan Luas
Apakah Bisa Tukar Uang...
Apakah Bisa Tukar Uang Baru secara Online?
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7% hingga 5,5% di 2025
BI Guyur Likuiditas...
BI Guyur Likuiditas Rp291,8 Triliun, Bank BUMN hingga Asing Terima Jatah
Tok, BI Tahan Suku Bunga...
Tok, BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi USD427,5 Miliar per Januari 2025
Rekomendasi
Siapa Ricky Kambuaya:...
Siapa Ricky Kambuaya: Si Pendiam Jenderal Lapangan Tengah Timnas Indonesia?
Arus Lalu Lintas di...
Arus Lalu Lintas di Jalur Puncak Meningkat, Polisi Berlakukan Sistem One Way
Apa itu Reciprocal Tariffs?...
Apa itu Reciprocal Tariffs? Kebijakan Kontroversial AS yang Ditetapkan Donald Trump
Berita Terkini
Dihantui Tarif AS, Rupiah...
Dihantui Tarif AS, Rupiah Terancam Tembus Rp17.000 - IHSG Rontok
1 jam yang lalu
Efek Tarif Trump, Rupiah...
Efek Tarif Trump, Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp16.772 per USD
1 jam yang lalu
Tarif Trump Tambah Tekanan...
Tarif Trump Tambah Tekanan pada Ekonomi Dunia yang Sedang Sakit
2 jam yang lalu
Tarif Trump 32% Bakal...
Tarif Trump 32% Bakal Gerus Ekspor Indonesia, Awas PHK Massal
3 jam yang lalu
Dibayangi Tarif Trump,...
Dibayangi Tarif Trump, Harga Emas Terbang ke Rp1.836.000 per Gram
3 jam yang lalu
Trump Umumkan Tarif...
Trump Umumkan Tarif Impor, Bursa Asia Gonjang-Ganjing
4 jam yang lalu
Infografis
Pendapatan Arab Saudi...
Pendapatan Arab Saudi dari Pelaksanaan Haji Rp248,2 Triliun Per Tahun
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved