Ini Trik Fintech Lebih Gercep Salurkan Pinjaman ke Masyarakat
Rabu, 06 Januari 2021 - 15:50 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Analisa track record atau rekam jejak peminjam uang di perusahaan finansial teknologi (fintech) saat ini sudah jauh lebih terkini. Hal ini berkat penggunaan teknologi machine learning.
Chief Data Officer Kredivo Paramananda Setyawan mengatakan sebelumnya proses skoring kredit masih konservatif. Alhasil bila ada riwayat kredit calon debitur yang buruk akan berdampak pada hasil analisa.
“Setidaknya selama 1-2 tahun setelah proses kredit tersebut terjadi. Calon debitur akan membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali memulihkan riwayat kredit dan memperoleh credit score yang baik," kata Paramananda di Jakarta, Rabu (6/1/2021).
Baca Juga : Fintech Dipakai Dong Buat Distribusikan Bansos
Sehingga jika calon debitur mengalami gagal bayar pada 2 tahun yang lalu, masih akan dianggap sebagai profil yang berpotensi berisiko saat ini. Meskipun kondisi keuangannya telah meningkat pesat dalam 2 tahun terakhir tersebut.
"Namun, berbagai data alternatif yang digunakan dalam analisa skor kredit inovatif merupakan data real-time. Sehingga mampu menjadi solusi bagi mereka yang pernah mengalami gagal bayar," katanya.
Pihaknya sendiri mengadopsi machine learning menggunakan kombinasi data tradisional dan data alternatif. Ini memungkinkan untuk menganalisis skor kredit pengguna dengan metrik setaraf bank, dalam waktu yang lebih cepat dan efisien.
Chief Data Officer Kredivo Paramananda Setyawan mengatakan sebelumnya proses skoring kredit masih konservatif. Alhasil bila ada riwayat kredit calon debitur yang buruk akan berdampak pada hasil analisa.
“Setidaknya selama 1-2 tahun setelah proses kredit tersebut terjadi. Calon debitur akan membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali memulihkan riwayat kredit dan memperoleh credit score yang baik," kata Paramananda di Jakarta, Rabu (6/1/2021).
Baca Juga : Fintech Dipakai Dong Buat Distribusikan Bansos
Sehingga jika calon debitur mengalami gagal bayar pada 2 tahun yang lalu, masih akan dianggap sebagai profil yang berpotensi berisiko saat ini. Meskipun kondisi keuangannya telah meningkat pesat dalam 2 tahun terakhir tersebut.
"Namun, berbagai data alternatif yang digunakan dalam analisa skor kredit inovatif merupakan data real-time. Sehingga mampu menjadi solusi bagi mereka yang pernah mengalami gagal bayar," katanya.
Pihaknya sendiri mengadopsi machine learning menggunakan kombinasi data tradisional dan data alternatif. Ini memungkinkan untuk menganalisis skor kredit pengguna dengan metrik setaraf bank, dalam waktu yang lebih cepat dan efisien.
Lihat Juga :