Tjahjo Kumolo Bicara Komitmen dan Budaya Inovasi di Depan Pejabat PPATK
Selasa, 19 Januari 2021 - 19:03 WIB
loading...
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo mencatat, pentingnya setiap kementerian dan lembaga (K/L) membangun komitmen dan budaya inovasi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo mencatat, pentingnya setiap kementerian dan lembaga (K/L) membangun komitmen dan budaya inovasi. Khususnya mewujudkan tiga sasaran strategis reformasi birokrasi nasional yang terdiri atas birokrasi yang bersih dan akuntabel, kapabel, dan pelayanan publik yang prima.
“Perubahan mindset dan culture harus terus didorong agar birokrasi dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat, profesional, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujar Tjahjo dalam keterangan pers, Selasa (19/1/2021).
Baca Juga: Beredar Surat Palsu Pengangkatan Tenaga Honorer, Kemenpan RB: Hati-Hati! Dalam kesempatan itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencanangkan Rencana Aksi Reformasi Birokrasi Tahun 2021. Di mana, PPATK tengah melaksanakan transformasi kelembagaan guna mewujudkan lembaga world class financial intelligence unit dalam menjaga integritas dan stabilitas sistem perekonomian dan sistem keuangan Tanah Air.
Transformasi kelembagaan ini salah satunya akan diwujudkan melalui komitmen pelaksanaan Renaksi BIG-25 yang terdiri atas delapan area perubahan, 16 hasil yang diharapkan, dan 25 rencana aksi. Delapan area perubahan tersebut terdiri atas pengawasan, akuntabilitas, deregulasi, tata laksana, kelembagaan, SDM aparatur, manajemen perubahan, dan pelayanan publik.
Kepala PPATK Dian Ediana Rae mengatakan, reformasi birokrasi di PPATK tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga relevan dalam konteks membangun semangat nasionalisme dan penguatan organizational culture di PPATK.
“Perubahan mindset dan culture harus terus didorong agar birokrasi dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat, profesional, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ujar Tjahjo dalam keterangan pers, Selasa (19/1/2021).
Baca Juga: Beredar Surat Palsu Pengangkatan Tenaga Honorer, Kemenpan RB: Hati-Hati! Dalam kesempatan itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencanangkan Rencana Aksi Reformasi Birokrasi Tahun 2021. Di mana, PPATK tengah melaksanakan transformasi kelembagaan guna mewujudkan lembaga world class financial intelligence unit dalam menjaga integritas dan stabilitas sistem perekonomian dan sistem keuangan Tanah Air.
Transformasi kelembagaan ini salah satunya akan diwujudkan melalui komitmen pelaksanaan Renaksi BIG-25 yang terdiri atas delapan area perubahan, 16 hasil yang diharapkan, dan 25 rencana aksi. Delapan area perubahan tersebut terdiri atas pengawasan, akuntabilitas, deregulasi, tata laksana, kelembagaan, SDM aparatur, manajemen perubahan, dan pelayanan publik.
Kepala PPATK Dian Ediana Rae mengatakan, reformasi birokrasi di PPATK tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga relevan dalam konteks membangun semangat nasionalisme dan penguatan organizational culture di PPATK.
Lihat Juga :