Neraca Dagang Surplus karena Ekonomi Belum Sepenuhnya Pulih

Selasa, 16 Februari 2021 - 21:00 WIB
loading...
Neraca Dagang Surplus...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa surplus perdagangan Indonesia di bulan Januari sebesar USD1,96 miliar. Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal mengatakan bahwa angka itu tidak terlalu mengejutkan karena konsensus sebelumnya berada di kisaran USD1,5 hingga USD2 miliar. ( Baca juga:Hilirisasi Nikel Beri Sumbangan Besar Terhadap Neraca Perdagangan )

"Surplus bulan Januari itu banyak dipicu naiknya ekspor. Naik pertumbuhannya, sehingga ini turning point karena selama 2020 ekspor impor terkontraksi signifikan," ujar Faisal dalam IDX Channel Market Review di Jakarta, Selasa(16/2/2021).

Namun, dia mencatat dari segi impor terjadinya penurunan impor adalah bukti ekonomi Indonesia belum sepenuhnya pulih.

"Kalau lihat tren, ini tren yang sangat bisa dimaklumi. Tren di paruh semester terakhir 2020, impor di bulan November dan Desember memang naik, namun Januari turun. Ini bisa dimaklumi, kita melihat efek inventori saja," ungkap Faisal.

Dia mengatakan bahwa impor di bulan Januari belum naik karena menggunakan inventori bulan-bulan sebelumnya. Sehingga, hal ini tidak terlalu mengkhawatirkan.

Tercatat pula bahwa Purchasing Managers' Index (PMI) bulan Januari 2021 sudah mulai ekspansi, dan capai angka tertinggi selama 6,5 tahun terakhir. Ini melanjutkan reli dari bulan-bulan sebelumnya. ( Baca juga:Kampung Miliarder di Tuban Borong Mobil Mewah, Warganya Rata-rata Dapat Rp8 Miliar )

"Kinerja industri kita sudah on the right track. Impor manufaktur bukan karena menurunnya kapasitas atau produksi, tapi karena inventoris saja," pungkas Faisal.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Rekomendasi
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Bukan Cuma Kinerja Keuangan,...
Bukan Cuma Kinerja Keuangan, Ini Alasan MNC Digital Entertainment Raih Penghargaan Bisnis Indonesia Awards 2026
Projo: Praperadilan...
Projo: Praperadilan Roy Suryo Tak Akan Batalkan Pokok Perkara
Berita Terkini
PB PMII Dorong Audit...
PB PMII Dorong Audit Rantai Pasok Batu Bara Usai Pemadaman Listrik
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved