Empat Tahun Poles Bank Permata, Ridha DM Wirakusumah Undur Diri

loading...
Empat Tahun Poles Bank Permata, Ridha DM Wirakusumah Undur Diri
Ridha DM Wirakusumah. Foto/reuters
JAKARTA - PT Bank Permata Tbk (BNLI) telah menerima surat pengunduran diri Ridha DM Wirakusumah dari jabatannya sebagai direktur utama. Pengunduran diri itu terkait penunjukan Ridha sebagai CEO Lembaga Pengelola Investasi (LPI) .

Seperti diketahui, Ridha ditunjuk secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menjadi CEO LPI pada tanggal 16 Februari 2021. ( Baca juga:Alasan Adanya Dana Abadi SWF RI, Sri Mulyani Akui Tak Bisa Terus Mengandalkan Utang )

"PT Bank Permata Tbk telah menerima surat pengunduran diri Bapak Ridha DM Wirakusumah selaku Direktur Utama Perseroan melalui suratnya tertanggal 18 Februari 2021," ujar Sekretaris Perusahaan Bank Permata Katharine Grace dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Senin (22/2/2021).

Katharine menambahkan, untuk memenuhi ketentuan Pasal 8 ayat 3 POJK 33/2014, keputusan atas permohonan pengunduran diri Ridha akan dilaksanakan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) terdekat.



"Keputusan atas permohonan pengunduran diri Bapak Ridha DM Wirakusumah dari jabatannya sebagai direktur utama akan dilaksanakan dalam RUPS terdekat," kata dia.

Untuk diketahui, Ridha diangkat sebagai Direktur Utama Bank Permata berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 13 Desember 2016.

Ridha sebelumnya diangkat sebagai Direktur Utama PermataBank berdasarkan hasil (RUPSLB) pada tanggal 13 Desember 2016. Selama kurun empat tahun PermataBank di bawah kepemimpinannya, Ridha telah berhasil memperbaiki kinerja, memperkuat tata kelola dan operasi bisnis serta mengukir perjalanannya sebagai bank dengan digital banking terdepan. ( Baca juga:PPKM Mikro Efektif Tekan COVID-19, Jokowi Sebut India Pakai Strategi Sama )

Pada akhir triwulan III 2020 PermataBank mampu melalui masa pandemi di 2020 dengan kinerja yang solid dengan mencatatkan pertumbuhan pendapatan operasional sebelum pencadangan sebesar Rp2,6 triliun, tumbuh 20,4% year-on-year (yoy). Pencapaian tersebut juga dilanjutkan dengan suksesnya proses integrasi antara Bangkok Bank Kantor Cabang Indonesia (BBI) dan PermataBank di akhir Desember 2020 lalu. PermataBank pun kemudian menjadi bank BUKU IV setelah mendapatkan konfirmasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 20 Januari 2021.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top