Laba Bank Permata Turun 51% di 2020

loading...
Laba Bank Permata Turun 51% di 2020
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencatatkan penurunan laba bersih sepanjang tahun 2020. Pada laporan keuangan kuartal IV-2020 perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp721,58 miliar atau lebih rendah 51,90 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp1,50 triliun. Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan BNLI di kuartal IV-2020 tercatat sebesar Rp8,85 triliun atau naik 12,96 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp7,83 triliun dengan laba per saham dasar 26.

Baca Juga: Waduh! Jelang RUPS, Saham BBTN Malah Anjlok Kena ARB

Adapun pendapatan perseroan terdiri atas pendapatan bunga, syariah, provisi dan komisi-bersih, transaksi perdagangan bersih dan operasional lainnya. Pendapatan bunga tercatat Rp10,45 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp10,11 triliun; pendapatan syariah tercatat Rp1,47 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,62 triliun; pendapatan provisi dan komisi-bersih tercatat Rp1,08 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,11 triliun.

Pendapatan transaksi perdagangan bersih tercatat Rp778,53 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp575,76 miliar; pendapatan operasional lainnya tercatat Rp239,34 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp234,15 miliar. BNLI mencatatkan adanya kenaikan beban operasional di kuartal IV-2020 menjadi Rp7,23 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp5,82 triliun.



Beban bunga mengalami penurunan menjadi Rp4,76 triiun dari sebelumnya Rp5,37 triliun dan beban syariah juga menurun menjadi Rp613,61 miliar dari sebelumnya Rp648,97 miliar. Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ada tahun 2020 tercatat Rp1,14 triliun. Sementara itu, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi tercatat Rp8,37 triliun.

Baca Juga: Semen Indonesia Cetak Laba Rp2,79 Triliun

Bank Permata mencatatkan liabilitas sebesar Rp162,65 triliun dan ekuitas Rp35,07 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp197,72 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp161,45 triliun.
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top