Harga Cabai Rawit Melonjak, Operasi Pasar Perlu Dimasifkan

Kamis, 18 Maret 2021 - 22:14 WIB
loading...
Harga Cabai Rawit Melonjak,...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews/Dok
A A A
MAKASSAR - Harga sejumlah kebutuhan pokok melonjak, utamanya komoditas cabai rawit . Tren kenaikan ini terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tercatat, harga rata-rata cabai rawit di pasar-pasar Sulsel mencapai Rp71.250 per kilogram (kg) pada Rabu (17/3/2021). Padahal harga normal hanya berada di kisaran Rp40.000 per kg.

Baca juga: Harga Cabai Naik Tinggi, Impor Nanti Dulu!

Harga tertinggi berada di pasar Kota Makassar, yaitu Pasar Daya Rp80.000 dan Pasar Pa'baeng-baeng Rp85.000. Sedangkan pasar-pasar di kabupaten lainnya di Sulsel berada di kisaran harga Rp61.500 hingga Rp77.000 per kg.

Tak hanya cabai rawit , harga gula pasir dan bawang merah juga kompak naik. Harga gula pasir di pasar-pasar Sulsel berada di kisaran Rp13.000 hingga Rp17.000 per kg. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk gula pasir senilai Rp12.500 per kg.

Sedangkan harga bawang merah bima senilai mencapai Rp28.000 per kg. Padahal harga normal hanya berada di kisaran Rp20.000 saja per kg.

Seorang warga, Komang Ayu mengeluhkan naiknya harga kebutuhan pokok tersebut. Dia menilai perlu ada upaya serius dari pemerintah untuk mengintervensi agar kenaikan tersebut tidak berlanjut karena merugikan konsumen.

Baca juga: Waduh! Terungkap Harga Cabai Mahal karena Kena Penyakit

"Ini harga cabai bikin sakit kepala. Padahal masih lama Ramadan, nanti kalau Ramadan pasti makin naik lagi. Jadi harusnya pemerintah cari solusi mi memang sebelum Ramadan," keluh Komang.

Pengamat Ekonomi, Anas Iswanto Anwar menilai naiknya harga cabai rawit berbahaya. Karena bisa menjadi pemicu naiknya harga kebutuhan pokok yang lain. Tak hanya itu, tren kenaikan harga cabai rawit juga diprediksi bakal berlanjut karena menjelang bulan suci Ramadan.

"Menurut saya ini berbahaya karena biasanya itu memang dua tiga minggu sebelum memasuki bulan puasa memang harga akan naik, dan memang cabai pemicu. Biasanya komiditi lain berpatokan sama cabai . Nah ini jadi masalah karena belum masuk bulan puasa sudah naik harga dan pasti akan naik lagi pas bulan puasa, karena memang begitu siklusnya," jelas akademisi asal Universitas Hasanuddin ini.

Pemerintah sebaiknya peka dalam mengawal harga kebutuhan pokok di pasar-pasar, karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulsel yang merupakan lembaga pengendali harga perlu lebih aktif dalam menjalankan perannya.

Baca juga: Harga Cabai Mahal, Emak-emak Diminta Konsumsi Cabai Olahan dan Tanam Sendiri

Penindakan terhadap spekulan yang berpotensi menjadi penyebab naiknya harga kebutuhan pokok harus lebih tegas. Operasi pasar yang masif bisa menjadi solusi untuk mengendalikan harga. Artinya, tak hanya dilakukan sekali atau dua kali, tapi operasi pasar harus menjadi agenda rutin yang wajib.

"Banyak alasan naik, tetapi kalau saya selama ini alasannya lebih ke orang yang melakukan spekulasi. Menimbun itu barang dan ketika harga naik, baru dikeluarkan. Ekonomi kita begitu ji masalahnya. Kalau begitu, penindakan terhadap penimbun dan operasi pasar yang bisa menyelesaikan," kata Anas.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp100 Ribu usai Lebaran 2026, Mendag Ungkap Biang Keroknya
Gandeng PosIND, Gerakan...
Gandeng PosIND, Gerakan Pangan Murah Beras SPHP Resmi Diluncurkan
Operasi Pasar Besar-besaran,...
Operasi Pasar Besar-besaran, Mentan Pastikan Harga Beras Turun Dua Pekan Lagi
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp100.000 per Kg, Wamendag Salahkan Cuaca
Mentan Amran: Operasi...
Mentan Amran: Operasi Pasar Pangan Murah AgriPost Stabilkan Harga Pangan
Operasi Pasar di Palembang,...
Operasi Pasar di Palembang, Mentan Amran: Kami Mohon Sekali Lagi, Jangan Menjual di Atas HET
Komisi II Raker dengan...
Komisi II Raker dengan Perumda PPJ, Bahas Rencana Bisnis dan Target 2026
Menggenjot Volume Penyaluran...
Menggenjot Volume Penyaluran Operasi Pasar Beras SPHP
Jaga Stabilitas Harga,...
Jaga Stabilitas Harga, Gerakan Pangan Murah Serentak Digelar di Papua
Rekomendasi
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved