Di Depan Angela Merkel, Jokowi Beberkan Tantangan Pengembangan Industri 4.0

loading...
Di Depan Angela Merkel, Jokowi Beberkan Tantangan Pengembangan Industri 4.0
Foto: Hannibal Hanschke/REUTERS
JAKARTA - Di hadapan Kanselir Jerman Angela Merkel , Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan peta jalan atau roadmap Indonesia dalam melakukan transformasi digital. Jokowi menyebutnya sebagai Making Indonesia 4.0.

( Baca juga:Malam ini, Presiden RI dan Kanselir Jerman Akan Resmikan Hannover Messe 2021 )

Salah satu hal yang dilakukan Indonesia untuk mempercepat transformasi digital tersebut adalah menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi industri 4.0. Dia mengatakan bahwa hal ini dilakukan dengan penerbitan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

“Pembenahan iklim investasi membutuhkan reformasi struktural. Pengesahan UU cipta kerja adalah salah satunya,” kata Jokowi dalam Pembukaan Hannover Messe 2021 , Senin (12/4/2021).

Jokowi menyebut adanya UU Cipta Kerja akan lebih mempermudah proses investasi di Indonesia. Termasuk adanya berbagai insentif untuk industri digital.



“UU Cipta Kerja ini akan mempermudah izin usaha, memberikan kepastian hukum, memberikan insentif. UU Cipta kerja juga memberikan insentif bagi ekonomi digital. UU Cipta Kerja juga akan mendukung pengembangan industri 4.0,” tuturnya.

Selain perbaikan iklim investasi, Jokowi juga menyinggung pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM). Dia mengatakan Indonesia memiliki bonus demografi karena pada tahun 2030 jumlah usia produktif di Indonesia tumbuh dua kali lipat.

( Baca juga:Puasa Ramadhan di Musim Pancaroba, Begini Tipsnya Agar Tubuh Tetap Fit! )

“Tantangannya adalah penyiapan SDM yang mampu menghadapi tantangan masa depan, tantangan big data, tantangan artificial intelligence, internet of things. Saya yakin Jerman dapat mendukung penguatan SDM Indonesia melalui pengembangan pendidikan vokasi, penguatan riset, dan penguatan universitas berbasis teknologi,” pungkasnya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top