Mudik Boleh Aja Dilarang, Pelni Tetap Siapkan 26 Armada dan 46 Trayek Kapal Perintis

Senin, 03 Mei 2021 - 22:27 WIB
loading...
Mudik Boleh Aja Dilarang, Pelni Tetap Siapkan 26 Armada dan 46 Trayek Kapal Perintis
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menyiapkan 26 armada dan 46 trayek kapal perintis. Meskipun pemerintah telah memutuskan untuk melarang mudik. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni menyiapkan 26 armada dan 46 trayek kapal perintis . Meskipun pemerintah telah memutuskan untuk melarang mudik pada tahun ini.

Pjs. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero), Opik Taupik mengatakan, untuk wilayah-wilayah aglomerasi dipastikan masih tetap jalan normal. Mengingat wilayah-wilayah aglomerasi masih diizinkan untuk beroperasi.

“Kami siapkan 26 armada, 46 kapal perintis untuk aglomerasi jalan semua dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya dalam acara buka bersama di Madame Delima, Senin (3/5/2021).

Baca Juga: Pelni Mau Gelar RUPS, Tunggu Jadwal dari Erick Thohir

Adapun rinciannya, sebanyak 26 unit kapal dengan seat terpasang 34.309 pax. Perseroan juga tetap menyiapkan alat keselamatannya yang meliputi lifeboat 230 unit, lifebouy 451 unit, lifejacket 72.140 unit dan liferaft 1.885 unit.

Sedangkan untuk kapal Perintis, jumlah kapasitas seat yang terpasang adalah 17.604 pax. Kapal tersebut juga dilengkapi dengan alat keselamatan seperti lifeboat 122 unit, lifebouy 436 unit, lifejacket 21.252 unit dan liferaft 867 unit.

“Protokol kesehatan tetap kamu jalankan, kapal kamu disinfektan,” ucapnya.

Baca Juga: Ekspansi Bisnis di Asia Tenggara, Pelni Butuh Kapal Baru

Selain itu, perseroan juga memasang alat skrining GeNose di beberapa kapal. Meskipun pemasannganya akan dilakukan secara bertahap.

“Kami prosesi 5 kapal dengan GeNose sendiri prioritas untuk awal kapal. Untuk penanganan covid, ada ruang karantina. Jika ada penumpang positif, akan tetap kami turunkan di pelabuhan tujuan, bukan di pelabuhan terdekat," jelasnya.
(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1288 seconds (10.101#12.26)