Produksi Baja Nasional Belum Mampu Imbangi Kebutuhan Industri Pengguna

Kamis, 06 Mei 2021 - 13:16 WIB
loading...
A A A
Dia mengatakan, realisasi impor produk baja dan turunannya yang berada pada kelompok Harmonized Commodity Description and Coding System atau HS 72 dan 73, sepanjang tahun 2020 pada periode bulan Januari sampai Maret untuk HS 72 secara agregat mengalami penurunan sebesar -14,76% dibandingkan realisasi impor pada periode yang sama pada tahun 2019.

Dimana realisasi impor untuk tahun 2020 pada periode Januari-Maret sebesar 3.541.043,14 ton, sedangkan realisasi impor untuk tahun 2019 pada periode Januari-Maret sebesar 4.154.153,01 ton. Adapun realisasi impor produk baja dan turunannya yang berada pada kelompok HS 72 dan 73, sepanjang tahun 2021 pada periode bulan Januari sampai Maret untuk HS 72 secara agregat mengalami penurunan sebesar -7,49% dibandingkan realisasi impor pada periode yang sama pada tahun 2020.

Dimana realisasi impor untuk tahun 2021 pada periode Januari-Maret sebesar 3.275.983,20 ton, sedangkan realisasi impor untuk tahun 2020 pada periode Januari-Maret sebesar 3.541.043,14 ton. "Namun Pada HS 72 sepanjang periode Januari-Maret 2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, ada beberapa HS yang mengalami kenaikan realisasi impor yang signifikan, yakni ada sekitar 20 HS," ucap Taufan.

Baca Juga: Mengingatkan Kembali Ancaman Impor Baja Murah China

Taufan menjelaskan, pada tahun 2018 persoalan importasi baja dan turunannya itu telah menjadi isue nasional. Bahkan pada waktu itu sudah ada usulan dari produsen komoditi itu untuk pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) dan telah dilakukan investigasi oleh Komite Anti Dumping Indonesia (KADI).
"Namun, lantaran supply komoditi itu di dalam negeri masih jauh dibawah kapasitas produksi industri penggunanya (1,37 juta ton vs 4 juta ton), banyak terjadi pertentangan dan kekhawatiran kalau pengenaan BMAD justru akan memicu shortage dan praktek oligopoli," ujar Taufan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaga Pasokan Saat Libur...
Jaga Pasokan Saat Libur Nataru, Importir: Pembatasan Logistik Jangan Beratkan Industri
Perusahaan Baja Pelat...
Perusahaan Baja Pelat Merah Kena Sindir Pengusaha Swasta
Ginsi Dorong Sosialisasi...
Ginsi Dorong Sosialisasi Perubahan Aturan Impor Baja
Banjir Impor Kosmetik...
Banjir Impor Kosmetik Ilegal, GINSI: Bikin Hancur Industri Lokal!
Tak Ada Faedah, GINSI...
Tak Ada Faedah, GINSI Tolak Biaya Survei Peti Kemas di Depo Empty
GINSI Dukung Sikap Kemenperin...
GINSI Dukung Sikap Kemenperin Soal Importasi Baja
Selama Januari - September,...
Selama Januari - September, Impor Jawa Timur Turun 14,14 Persen
Rekomendasi
Mengapa Penalti Spanyol...
Mengapa Penalti Spanyol Tetap Sah Meski Lamine Yamal Diduga Handball?
Inggris Dihantam Isu...
Inggris Dihantam Isu Keributan di Kamar Ganti, Harry Kane Semprot Media
Mengapa Safar Dijuluki...
Mengapa Safar Dijuluki Bulan Perang? Simak 9 Peristiwa Bersejarah Islam Ini
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
Infografis
Mayoritas Warga Israel...
Mayoritas Warga Israel Sebut Zionis Belum Mampu Kalahkan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved