Terungkap! Warga Singapura Ternyata Doyan Minum Teh Asal Indonesia

Jum'at, 07 Mei 2021 - 11:53 WIB
loading...
Terungkap! Warga Singapura...
Ilustrasi. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus berupaya mendorong para pelaku usaha perkebunan untuk dapat meningkatkan kualitas dan inovasi hasil olahan untuk komoditas ekspor perkebunan yang bermutu baik dan berdaya saing. Salah satunya ialah ekspor produk olahan biji teh ke luar negeri. Seperti misalnya, komoditas teh asal Jawa Barat, Arafatea saat ini sedang giat melakukan ekspor hasil olahan biji teh ke Singapura yang gemar mengonsumsi teh dari Indonesia.

Baca Juga: Boleh Kok Mudik Naik Kereta, Asalkan Jenguk Keluarga Sakit di Kampung

Pemilik Arafatea Ifah mengatakan bahwa pihaknya saat ini terus melakukan variasi olahan teh yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti teh jeruk (orange tea), cokelat teh hijau (greentea chocolate), teh biji cokelat (cacao nips tea), greentea rice cracker, teh bunga (flower tea), teh putih (white tea), teh hitam (blacktea), teh genmaicha, Matcha Latte / Greentea Latte, teh hijau pandan (pandan greentea), hingga kosmetik/skincare greentea face mask, greentea face soap, bodylotion, dan bantal leher teh (healty neck pillow) serta produk lainnya.

Adapun Arafatea, teh biji cokela telah dikembangkan sejak tahun 2019. Berawal dari silaturahmi antara petani teh dengan petani kakao sehingga saling terjalin kerjasama yang baik dan saling mendukung dalam bentuk sebuah prodak olahan kolaborasi teh dan cokelat. "Sinergi teh dan kakao merupakan terobosan baru, karena itu asli teh dan kakao Indonesia, memakai teh premium blactea ortodok dari kebun Malabar di Pangalengan. Arafatea bekerjasama dengan petani kakao, Bapak Asep, asal Pangandaran, berupa biji kakao yang sudah di fermentasi kering, di bakar atau sanggrai," kata Ifah di Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Baca Juga: Mau Lolos Seleksi CPNS & PPPK 2021? Intip Bocorannya

Ifah menambahkan, dari hulu ke hilir dikerjakan oleh kelompok tani dan inovasi oleh Arafatea. "Sudah satu kali ekspor ke Singapura sebanyak 20.000 botol pada bulan Desember tahun 2020," imbuhnya. Tentunya di masa pandemi ini, para pelaku usaha perkebunan dihadapkan dengan berbagai tantangan. Namun hal itu tidak melonggarkan semangat dan tetap terus berupaya. Lanjut Ifah, dengan adanya covid ini tentunya pasti terdampak, baik dari segi marketing maupun produksi menjadi tersendat. Namun kita ubah tantangan itu menjadi anugerah untuk selalu berkarya. "Di awal tahun ini kita punya program mall to mall dan meningkatkan jual online," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Rekomendasi
AS Serang Iran, Balas...
AS Serang Iran, Balas Jatuhnya Helikopter AH-64 Apache Dekat Selat Hormuz
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
Arab Saudi Tangguhkan...
Arab Saudi Tangguhkan Visa Warga 14 Negara Termasuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved