11 'Tusukan' yang Membuat Garuda Indonesia Sempoyongan
Kamis, 03 Juni 2021 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
1. Selalu melakukan window dressing atau pemolesan laporan keuangan.
2. Melakukan accountant treatment degan dalih diperbolehkan oleh Asosiasi Akuntan Indonesia.
3. Laba operasional yang ada 11 tahun yang lalu hanya karena jual aset, seperti jual gedung.
4. Tidak pernah ada laba operasional yang real profit karena usaha.
5. Tidak Ada rasa sense of crisis dari para pejabatnya, dari VP ke atas.
6. Sewa pesawat lease lebih mahal 25% dibanding harga pasar dunia, bahkan lebih tinggi dari Singapore Airlines.
7. Organisasi pusat dan perwakilan sangat gemuk.
Baca juga:DPR Apresiasi Kerja Keras Kemenag Persiapkan Ibadah Haji 2021
8. Tidak pernah dilakukan survei analisa beban kerja karyawan: sudahh optimal atau hanya menumpang makan.
9. Pressure organisasi non-struktural yang banyak sehingga banyak pejabat karbitan non kompeten menambah runyam karena output pejabat afiliasi dengan organisasi non struktural juga tak kompeten.
10. Sikap pejabat yang sales force di lapangan juga bersikap sebagai birokrat, bukan pelayan.
11. Ber puluh-puluh tahun kurang atau tidak ada kekompakann antara komisaris dan direksi.
2. Melakukan accountant treatment degan dalih diperbolehkan oleh Asosiasi Akuntan Indonesia.
3. Laba operasional yang ada 11 tahun yang lalu hanya karena jual aset, seperti jual gedung.
4. Tidak pernah ada laba operasional yang real profit karena usaha.
5. Tidak Ada rasa sense of crisis dari para pejabatnya, dari VP ke atas.
6. Sewa pesawat lease lebih mahal 25% dibanding harga pasar dunia, bahkan lebih tinggi dari Singapore Airlines.
7. Organisasi pusat dan perwakilan sangat gemuk.
Baca juga:DPR Apresiasi Kerja Keras Kemenag Persiapkan Ibadah Haji 2021
8. Tidak pernah dilakukan survei analisa beban kerja karyawan: sudahh optimal atau hanya menumpang makan.
9. Pressure organisasi non-struktural yang banyak sehingga banyak pejabat karbitan non kompeten menambah runyam karena output pejabat afiliasi dengan organisasi non struktural juga tak kompeten.
10. Sikap pejabat yang sales force di lapangan juga bersikap sebagai birokrat, bukan pelayan.
11. Ber puluh-puluh tahun kurang atau tidak ada kekompakann antara komisaris dan direksi.
(uka)
Lihat Juga :