Mengepakkan Kembali Sayap Garuda, Mungkinkah?

Selasa, 08 Juni 2021 - 05:35 WIB
loading...
Mengepakkan Kembali...
Perbaikan kinerja maskapai Garuda Indonesia perlu upaya ekstra. FOTO/DOK KORAN SINDO
A A A
JAKARTA - Bisnis penerbangan Tanah Air dalam setahun terakhir memasuki periode sulit. Dampak pandemi Covid-19 membuat sejumlah maskapai kini berada pada fase kritis karena harus menanggung tingginya beban biaya operasional di tengah minimnya penumpang perjalanan udara.

Kondisi ini membuat sejumlah maskapai nasional kembang kempis. Tuntutan efisiensi berupa pengurangan karyawan hingga restrukturisasi menjadi pilihan yang harus ditempuh demi mengepakkan kembali si burung besi.

Fakta terkini yang sedang mendapat perhatian adalah Garuda Indonesia. Maskapai kebanggan nasional itu kini berada di ujung tanduk karena kinerja keuangannya yang jeblok. Hal itu terungkap saat Wakil Menteri (Wamen) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartiko Wirjoatmodjo mengikuti rapat dengan Komisi VI DPR RI pekan lalu.

Kartiko menyebut, beban operasional Garuda saban bulan mencapai USD150 juta. Angka ini jauh pendapatan maskapai tersebut yang hanya USD50 juta. Belum lagi utang emiten berkode GIAA tersebut yang kini juga melonjak dari sebelumnya Rp20 triliun menjadi Rp70 triliun.

Sejumlah opsi sebelumnnya sempat mengemuka untuk penyelamatan Garuda. Pertama, pinjaman atau suntikan ekuitas dari pemerintah. Kedua, menggunakan hukum perlindungan kebangkrutan untuk merestrukturisasi Garuda.

Baca juga: Tekan Kerugian, Garuda Indonesia Kembalikan 2 Pesawat Sewaan

Ketiga, merestrukturisasi Garuda Indonesia dan mendirikan perusahaan maskapai nasional baru. Maskapai ini nantinya fokus pada penerbangan domestik. Adapun opsi keempat adalah, membiarkan Garuda tutup selamanya alias dilikuidasi.

Namun, apabila opsi terakhir ini dipilih, dipastikan ke depan hanya akan ada maskapai swasta yang melayani bisnis penerbangan penumpang di Tanah Air.

Masing-masing opsi memiliki plus-minus. Misalnya, opsi pertama akan membuat beban utang semakin besar. Langkah penyelamatan Garuda diperkirakan tidak akan mudah mengingat pandemi
Covid-19 masih belum bisa diprediksi kapan berakhirnya. Selama pandemi masih belum tertangani, selama itu pula pembatasan kegiatan dan keramaian akan diberlakukan. Bisnis penerbangan penumpang pun sangat bergantung pada sektor lain, seperti pariwisata, perjalanan dinas, dan sebagainya.

Diketahui, sektor-sektor tersebut belum bisa membuka akses secara penuh. Bahkan, kadang harus buka-tutup ketika ada peningkatan kasus di suatu daerah atau negara. Sehingga sampai saat ini belum ada satu opsi penyelamatan yang ditetapkan akan dijalankan.

Meski demikian, guna mempercepat pemulihan kinerja perusahaan, Garuda memutuskan untuk mempercepat pengembalian lebih awal armada yang belum jatuh tempo masa sewanya. Langkah strategis tersebut salah satunya ditandai dengan pengembalian dua armada B737-800 NG kepada salah satu lessor pesawat.

Percepatan pengembalian dilakukan setelah adanya kesepakatan bersama antara Garuda Indonesia dan pihak lessor pesawat, di mana salah satu syarat pengembalian pesawat adalah dengan melakukan perubahan kode registrasi pesawat terkait.

Baca juga: Garuda Indonesia Bisa Diselamatkan, Erick Thohir dan Sri Mulyani Disebut Belum Kompak

"Percepatan pengembalian armada yang belum jatuh tempo masa sewanya, merupakan bagian dari langkah strategis Garuda Indonesia dalam mengoptimalisasikan produktivitas armada dengan mempercepat jangka waktu sewa pesawat,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra Senin (07/06/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia Resmi Naik, Begini Penjelasan Dirutnya
Garuda Indonesia Tatap...
Garuda Indonesia Tatap Fase Turnaround 2026: Suntikan Modal Rp23,7 Triliun Jadi Amunisi
Danantara Blak-blakan...
Danantara Blak-blakan Soal Opsi Penggabungan Maskapai Garuda, Citilink, dan Pelita Air
Menjaga Maskapai Garuda...
Menjaga Maskapai Garuda Tetap Mengangkasa lewat Suntikan Modal Danantara
Operasional Membaik,...
Operasional Membaik, Garuda Indonesia Optimistis Raup Untung di 2026
Bukti Penyehatan Maskapai...
Bukti Penyehatan Maskapai Garuda Indonesia usai Badai Finansial
Garuda Indonesia Buka...
Garuda Indonesia Buka Lowongan Kerja untuk Semua Jurusan, Cek Infonya di Sini
Korupsi Garuda, Soetikno...
Korupsi Garuda, Soetikno Soedarjo Dituntut 6 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar
Pailit Merpati dan Nasib...
Pailit Merpati dan Nasib Eks Pekerjanya
Rekomendasi
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
Pengendara Ninja yang...
Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa Ditangkap, Begini Penampakannya
Said Aqil Siradj: Kebangkitan...
Said Aqil Siradj: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki
Berita Terkini
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Infografis
Head to Head Irak vs...
Head to Head Irak vs Indonesia, Skuad Garuda Dihantui Rekor Buruk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved