Sinergi dan Kolaborasi Jamkrindo Dorong UMKM Naik Kelas di Masa Pandemi
Minggu, 20 Juni 2021 - 23:30 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga : Pastikan Penguatan UMKM di Masa Pandemi, Airlangga Tinjau Pelatihan UMKM di Jogja )
Heriyanto mengatakan, saat sebelum pandemi, Jamkrindo kerap memberikan akses kepada produk Tikar Lipat miliknya agar bisa dikenal oleh masyarakat luas. Selain itu, Jamkrindo juga memberikan beragam pelatihan pemasaran sehingga Heriyanto tetap bisa melakukan inovasi pemasaran di masa sulit seperti saat ini.
Sedangkan bagi Daryono, pendampingan yang diberikan oleh Jamkrindo sebelum pandemi memberikan bekal bagi dirinya untuk terus menjalankan usahanya, meskipun dikejutkan oleh hadirnya pandemi yang tak terduga. ‘’Sekarang saya menerima order dari pihak lain. Misalnya ada yang punya merek tetapi tidak ada fasilitas produksi. Mereka memesan tas-nya di tempat saya,’’ungkapnya.
Menurut Daryono, sejak bergabung menjadi mitra binaan Jamkrindo dan mendapatkan bantuan pendanaan Rp40 juta, dirinya memutuskan untuk membeli peralatan lebih canggih. Hasilnya, saat ada kegiatan pameran yang didukung Jamkrindo, dirinya mendapatkan banyak pesanan. ‘’Sejak bergabung dengan Jamkrindo, produk saya jadi lebih dikenal,’’ungkapnya. Saat ini, Daryono melibatkan para perajin tas asal Kendal apabila sedang menerima banyak orderan dari pelanggan. Berbekal pelatihan yang diikutinya bersama Jamkrindo, Daryono pun megaku selalu memantau secara detail pekerjaan yang dilakukan oleh para pekerjanya.
‘’Kualitas tetap kami jaga sehingga terus kami pantau,’’cetusnya. Baik Heriyanto maupun Daryono kini sedang menggenjot pemasaran melalui channel digital seperti media sosial higga e-commerce untuk memperluas keterjangkauan pasar ke ekosistem yang lebih besar.
Meningkatkan Penguasaan Platform Digital
Pada masa pandemi Covid-19, perlu adanya penguatan literasi digital bagi para UMKM agar bisa tetap adaptif dalam berwirausaha dengan memanfaatkan teknologi digital secara maksimal. Terutama untuk perluasan pemasaran produk.
Menurut pakar marketing dan branding Yuswohady, di masa pandemi saat ini, untuk memperluas pasar satu-satunya cara yakni dengan menguasai platform digital. ‘’Karena untuk melakukan pameran masih terkendala adanya pembatasan sosial masyarakat,’’ungkap Managing Partner Inventure itu kepada SINDOnews beberapa waktu lalu.
Literasi digital yang baik oleh para pelaku UMKM tidak hanya akan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha itu sendiri, namun juga dapat memberikan dampak positif bagi negara. Digital Business Coach and Mentor MicroMentor Indonesia Warhol Interactive Agency, Husin Wijaya mengatakan, melalui literasi digital yang baik, pelaku UMKM menjadi lebih mudah menjangkau pasar sesuai targetnya dengan social selling 4C (konten, pelanggan, hubungan, komunitas). "Konten yang menarik lewat sosial media dapat membuat seseorang melihat produk yang sedang dipasarkan. Dimana konten berisi tujuan kita yaitu memasarkan produk," ungkap Husin.
Heriyanto mengatakan, saat sebelum pandemi, Jamkrindo kerap memberikan akses kepada produk Tikar Lipat miliknya agar bisa dikenal oleh masyarakat luas. Selain itu, Jamkrindo juga memberikan beragam pelatihan pemasaran sehingga Heriyanto tetap bisa melakukan inovasi pemasaran di masa sulit seperti saat ini.
Sedangkan bagi Daryono, pendampingan yang diberikan oleh Jamkrindo sebelum pandemi memberikan bekal bagi dirinya untuk terus menjalankan usahanya, meskipun dikejutkan oleh hadirnya pandemi yang tak terduga. ‘’Sekarang saya menerima order dari pihak lain. Misalnya ada yang punya merek tetapi tidak ada fasilitas produksi. Mereka memesan tas-nya di tempat saya,’’ungkapnya.
Menurut Daryono, sejak bergabung menjadi mitra binaan Jamkrindo dan mendapatkan bantuan pendanaan Rp40 juta, dirinya memutuskan untuk membeli peralatan lebih canggih. Hasilnya, saat ada kegiatan pameran yang didukung Jamkrindo, dirinya mendapatkan banyak pesanan. ‘’Sejak bergabung dengan Jamkrindo, produk saya jadi lebih dikenal,’’ungkapnya. Saat ini, Daryono melibatkan para perajin tas asal Kendal apabila sedang menerima banyak orderan dari pelanggan. Berbekal pelatihan yang diikutinya bersama Jamkrindo, Daryono pun megaku selalu memantau secara detail pekerjaan yang dilakukan oleh para pekerjanya.
‘’Kualitas tetap kami jaga sehingga terus kami pantau,’’cetusnya. Baik Heriyanto maupun Daryono kini sedang menggenjot pemasaran melalui channel digital seperti media sosial higga e-commerce untuk memperluas keterjangkauan pasar ke ekosistem yang lebih besar.
Meningkatkan Penguasaan Platform Digital
Pada masa pandemi Covid-19, perlu adanya penguatan literasi digital bagi para UMKM agar bisa tetap adaptif dalam berwirausaha dengan memanfaatkan teknologi digital secara maksimal. Terutama untuk perluasan pemasaran produk.
Menurut pakar marketing dan branding Yuswohady, di masa pandemi saat ini, untuk memperluas pasar satu-satunya cara yakni dengan menguasai platform digital. ‘’Karena untuk melakukan pameran masih terkendala adanya pembatasan sosial masyarakat,’’ungkap Managing Partner Inventure itu kepada SINDOnews beberapa waktu lalu.
Literasi digital yang baik oleh para pelaku UMKM tidak hanya akan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha itu sendiri, namun juga dapat memberikan dampak positif bagi negara. Digital Business Coach and Mentor MicroMentor Indonesia Warhol Interactive Agency, Husin Wijaya mengatakan, melalui literasi digital yang baik, pelaku UMKM menjadi lebih mudah menjangkau pasar sesuai targetnya dengan social selling 4C (konten, pelanggan, hubungan, komunitas). "Konten yang menarik lewat sosial media dapat membuat seseorang melihat produk yang sedang dipasarkan. Dimana konten berisi tujuan kita yaitu memasarkan produk," ungkap Husin.
Lihat Juga :