Hadirkan Kualitas Premium, Sasa Inti Optimalkan Fortifikasi Produk Tahun Ini

Selasa, 22 Juni 2021 - 19:30 WIB
loading...
Hadirkan Kualitas Premium,...
PT Sasa Inti mengoptimalkan kegiatan fortifikasi produk FMCG miliknya untuk meningkatkan kualitas produk menjadi premium.
A A A
JAKARTA - PT Sasa Inti sebagai perusahaan fast moving consumer good (FMCG) makanan dan bumbu terus mengoptimalkan kegiatan fortifikasi produk FMCG miliknya. Kegiatan yang telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu ini bertujuan meningkatkan kualitas produknya menjadi premium.

CEO dan President Director Sasa Inti Rudolf Tjandra mengatakan, hingga saat ini ada beberapa produk Sasa yang masih dalam tahap fortifikasi. Menurutnya, fortifikasi pangan memang tidak bisa selesai dalam waktu singkat, sebab harus melewati berbagai proses Research and Development (RnD) yang pelik bersama dengan para pakar nutrisi.

Rudolf pun belum bisa menyampaikan secara rinci mengenai produk fortifikasi apa lagi yang akan dirilis dalam waktu dekat ini. Dia memastikan, ke depannya akan ada banyak produk yang mengantri untuk diluncurkan.

"Untuk tepung bumbu sudah selesai (fortifikasi) dan sudah di-launch sejak awal tahun ini, sedangkan yang santan sudah rilis sejak tahun lalu. Ke depannya banyak lagi akan menyusul," ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya mengakui bahwa kegiatan fortifikasi yang dilakukan sejak beberapa tahun silam telah berdampak positif terhadap kinerja bisnis Sasa. Pendapatan perusahaan ini dinilai terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Hal ini tentunya didorong oleh semakin pandainya konsumen dalam memilih produk-produk yang berkualitas. Bahkan, Sasa meraih Top 4 Fastest Growing Brand In CRPs (Consumer Reach Point) based on Asia Brand Footprint 2021 yang dirilis oleh Kantar.

"Brand equity kami pun sudah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir. Sejak 2019 sejak kita mulai proses transformation Sasa," tuturnya.

Dalam perjalanan memberikan produk berkualitas kepada masyarakat, sejumlah tantangan pun dilalui oleh Sasa. Terutama di tengah kondisi pandemi yang membuat daya beli masyarakat menurun, serta harga bahan baku yang terus meroket tajam.

Namun, komitmen yang tinggi untuk dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat, membuat Sasa tetap berupaya memberikan yang terbaik dengan menyuguhkan produk-produk berkualitas. Tentunya, dengan harga yang tetap ekonomis.

"Kita ingin walaupun dengan adanya fortifikasi Sasa adalah premium produk, harga-harga kita tetap terjangkau agar tidak membebani konsumen di masa sulit ini," ucap Rudolf.

Demi mempertahankan kinerja bisnisnya di tengah kondisi pandemi yang masih berlangsung tahun ini, Sasa pun menjalankan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan memprioritaskan perkenalan produk-produk Sasa yang sudah di-fortifikasi kepada masyarakat luas.

"Seperti Tepung Bumbu Sasa bervitamin dan mineral, Sasa Santan ber-omega 3,6 dan fiber dan juga Sasa MSG yang mengandung banyak protein, serta bisa mengurangi konsumsi gula dan garam, karena MSG ya gula dan garam yang di-fortifikasi," katanya.

Sasa pun tengah fokus untuk menjadi lebih sensitif terhadap kebutuhan konsumen di tengah kondisi pandemi saat ini. Seperti halnya kebutuhan akan makanan yang mudah disiapkan di rumah, makanan yang memberikan manfaat kesehatan, dan harga produk yang terjangkau.

"Mengerti dan merasakan kebutuhan masyarakat Indonesia dan mendalami apa yang Sasa dapat lakukan untuk dapat ikut deliver happiness di tengah kondisi pandemi ini dan post pandemi nanti. Kita juga ingin terus engage dengan karyawan, konsumen, dan semua stakeholders agar kita tetap dapat berkontribusi nyata dalam ikut melezatkan dan menyehatkan kehidupan bangsa," tutur Rudolf.

Pada 2021 ini, Sasa menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 30 persen untuk produk non MSG dari torehan di tahun lalu.

Seperti diketahui, Sasa memproduksi berbagai produk FMCG, mulai dari MNG, tepung bumbu, rangkaian saus, santan hingga bumbu instan. Hingga saat ini, Sasa telah memiliki tiga pabrik, yakni di Probolinggo, Cikarang dan Minahasa Selatan. (CM)
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Strategi Transformasi...
Strategi Transformasi Sabana Usai Dua Dekade Eksis
Gandeng Dulce Cafe by...
Gandeng Dulce Cafe by Elise, DADA Perkuat Ekosistem Apple 3 Condovilla
Pembangunan Ekonomi...
Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, Ciomy Ciptakan Lapangan Kerja di Garut
Jelajah Kuliner BCA...
Jelajah Kuliner BCA Expoversary 2026, Warung Tempo Dulu hingga Kopi Kekinian
Bazaar UMKM MNC Fest...
Bazaar UMKM MNC Fest 2025 Disambut Antusias: Banyak Pilihan Kuliner Menggugah Selera
Mau Sukses Bisnis Kuliner...
Mau Sukses Bisnis Kuliner ? Yuk Simak Gali Cuan Bersama Mama Yam: Rahasia Brand Kuliner Premium Pastel Pastry
Solusi Praktis Restoran...
Solusi Praktis Restoran Modern: Kelola Semua Pesanan Daring Cukup dari Satu Layar
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
Hari Keempat PRJ 2026...
Hari Keempat PRJ 2026 Padat Pengunjung, Area Kuliner Paling Ramai
Rekomendasi
Berangkat Umrah, Ruben...
Berangkat Umrah, Ruben Onsu Serahkan Semua Masalah dalam Doa di Depan Ka'bah
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
Evan Marvino Bantah...
Evan Marvino Bantah Tudingan KDRT Terhadap Istri: Tidak Ada Pemukulan
Berita Terkini
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved