Duh Kasihan, Insentif Nakes di Daerah Bayarannya Lelet

Rabu, 30 Juni 2021 - 10:48 WIB
loading...
Duh Kasihan, Insentif...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendesak agar pemerintah daerah (pemda) segera mempercepat realisasi penyaluran insentif bagi tenaga kesehatan daerah . Hal itu dilakukan dalam rangka sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya Presiden Jokowi masih menerima informasi terkait adanya tenaga kesehatan yang belum menerima insentif baik yang penuh, sebagian ataupun seluruhnya. “Arahan dari Bapak Presiden dalam ratas (rapat terbatas) kemarin, untuk segera merealisasikan insentif bagi tenaga kesehatan,” katanya dikutip dari siaran pers Puspen Kemendagri, Rabu (30/6/2021).



Seperti diketahui tenaga Kesehatan yang bertugas di RSUD di provinsi/kabupaten/kota, puskesmas dan labkesmas dibayar oleh pemda. Hal ini dibayarkan melalui alokasi 8% dari dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil (DBH) di masing-masing daerah. Tito menemukan bahwa ada beberapa daerah yang belum menganggarkan 8% untuk penanganan covid. Sehingga dapat dipastikan belum ada alokasi untuk pembayaran insentif tenaga kesehatan.

“Kemudian ada yang sudah menganggarkan tapi belanjanya belum maksimal. Ada juga yang sudah mengalokasikan dari 8% itu tapi belum mengalokasikan untuk insentif tenaga kesehatan. Ada yang sudah mengalokasikan untuk insentif tenaga kesehatan tapi belum direalisasikan atau baru sebagian direalisasikan,” ujarnya.

Berdasarkan data per 27 Juni 2021, terdapat 523 daerah yang telah menyampaikan laporan refocusing 8% DBH/DAU Tahun Anggaran 2021. Dimana dari jumlah tersebut sebanyak 455 daerah diantaranya telah mengalokasikan anggaran untuk insentif tenaga kesehatan. Sementara 68 daerah lainnya tidak mengalokasikan anggaran untuk insentif tenaga kesehatan.“Sementara itu, dari 455 daerah yang mengalokasikan anggaran untuk insentif tenaga kesehatan, 144 daerah telah melakukan realisasi. Sementara 311 daerah lainnya belum melakukan realisasi (realisasi 0%),” ujarnya.



Dari data Kementerian Keuangan per tanggal 28 Juni 2021, agregat realisasi anggaran insentif tenaga kesehatan daerah masih berada pada angka 7,81% . Dimana di tingkat provinsi realisasinya hanya 8,2%. Sementara tingkat kabupaten/kota 7,6%.

Tito menegaskan bahwa tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam penanganan covid-19. Sehingga tanggung jawab risiko yang diemban sangatlah besar. Maka dari itu pemerintah daerah perlu segera melakukan pencarian insentif bagi tenaga kesehatan. Dia meminta agar simplifikasi prosedur pencairan juga harus dilakukan dengan tidak mengurangi aspek akuntabilitasnya. “Kementerian Dalam Negeri akan melakukan monitoring, analisis dan evaluasi secara berkala (mingguan) untuk memantau perkembangan realisasi insentif bagi tenaga kesehatan di daerah,” pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak cuma Ancam Ketahanan...
Tak cuma Ancam Ketahanan Pangan, Mendagri Sebut El Nino Sudah Tewaskan Warga di Papua Tengah
Ancaman Ngeri Mendagri...
Ancaman Ngeri Mendagri buat Kepala Daerah yang Gagal Kendalikan Inflasi
Waspadai Angka Covid...
Waspadai Angka Covid Naik Lagi, Luhut Beberkan Sejumlah Strategi
Pak Lurah Curhat Ruwet...
Pak Lurah Curhat Ruwet Ngurus SPJ, Jokowi Turun Tangan
Jokowi Minta PPKM Dievaluasi,...
Jokowi Minta PPKM Dievaluasi, Begini Respons Menko Luhut Lewat Jubirnya
Kabar Buruk dari Luhut:...
Kabar Buruk dari Luhut: 44 Persen dari Satu Kloter Luar Negeri Terpapar Omicron
Insentif Pajak Penanganan...
Insentif Pajak Penanganan Covid-19 Diperpanjang hingga Juni 2022
Menko Luhut: Jangan...
Menko Luhut: Jangan Jadi Masyarakat atau Negara Pecundang!
Covid-19 Melonjak, Pekerja...
Covid-19 Melonjak, Pekerja Starbucks di Amerika Mogok
Rekomendasi
Timnas Indonesia vs...
Timnas Indonesia vs China: SUGBK Siap Jadi Lautan Merah Putih dan Pecahkan Rekor
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
5 Kosakata Bahasa Indonesia...
5 Kosakata Bahasa Indonesia yang Penulisannya Sering Salah
Berita Terkini
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
3 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32%,...
Kena Tarif Impor 32%, Indonesia Terus Berkomunikasi Intensif dan Melobi Amerika Serikat
4 jam yang lalu
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
5 jam yang lalu
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
5 jam yang lalu
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
6 jam yang lalu
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
6 jam yang lalu
Infografis
Danau Laguna Verde,...
Danau Laguna Verde, Danau Paling Beracun di Dunia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved