KSP Moeldoko Akui Kemampuan AWR Kementan Jangkau Kecamatan

Jum'at, 02 Juli 2021 - 11:20 WIB
loading...
KSP Moeldoko Akui Kemampuan...
Kepala Staf Presiden Moeldoko (kiri) didampingi Mentan Syahrul Yasin Limpo menyimak paparan Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi (kanan) di AWR Kementan. (Foto: Dok. BPPSDMP).
A A A
JAKARTA - Pusat data Agriculture War Room (AWR) milik Kementerian Pertanian (Kement an) diakui Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko untuk menjawab tantangan industri 4.0. Bagi Kementan, teknologi ini bisa untuk melakukan koordinasi dengan lebih dari 5.733 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani).

“Saya kagum dan bangga pada AWR Kementan dan BPP Kostratani yang memanfaatkan teknologi digital. Teknologi ini bisa untuk meningkatkan koordinasi dengan petani dan penyuluh bagi peningkatan produktivitas pertanian,” kata KSP Moeldoko saat audiensi dengan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Jakarta, Kamis (1/7/2021). Dalam kesempatan tersebut, Mentan didampingi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi.

(Baca juga:Kementan Dukung Peningkatan SDM Pertanian melalui Pelatihan)

Moeldoko yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menilai AWR dan KostraTani merupakan teknologi tepat sasaran. AWR juga solusi masa kini bagi pengendalian persoalan lapangan dan meningkatkan koordinasi pusat dengan daerah.

“AWR betul-betul war room atau ruang operasi yang bisa mengendalikan persoalan lapangan, merespon keluhan dan sekaligus solusi cepat,” kata Panglima TNI periode 30 Agustus 2013 hingga 8 Juli 2015 ini.

(Baca juga:Tangkal Pandemi, Kementan Perkuat Pelatihan Pertanian via Daring)

Moeldoko mengingatkan para petani dan penyuluh memberi masukan secara intensif ke pusat, terhadap jalannya proses pembangunan pertanian di seluruh Indonesia. Pasalnya, hal itu penting untuk dan meningkatkan kesejahteraan petani dan kapasitas penyuluh.

“Persoalan pupuk, benih dan lain-lain saya kira harus kritis juga. Jangan ragu untuk menyampaikan pendapat, karena kalau Kostratani atau AWR tidak dapat laporan, tidak akan tahu apa yang harus diperbaiki. Saya minta teman-teman penyuluh semangat untuk perjuangkan kehidupan petani agar lebih sejahtera,” katanya.

(Baca juga:Banyak Dampak Negatif, Kementan Usul Wacana Revisi PP 109 Dipertimbangkan Lagi)

Mentan Syahrul memaparkan tentang inovasi berupa aplikasi Peta Potensi Komoditas Ekspor Pertanian Indonesia/Indonesia Maps of Agricultural Commodities Export (IMACE) yang mempertemukan para pelaku usaha agribisnis dengan petani di sentra komoditas unggulan.

Moeldoko menyatakan dukungan pada semua upaya yang dilakukan jajaran Kementan, bagi penumbuhkembangan seluruh potensi pertanian bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

“Kita memang harus mengenal konsumen dan produsen, sehingga kita bisa menjadi jembatan. Misalnya, banyak petani yang memproduksi produk berkualitas tapi kesulitan menjualnya. Begitu pula dengan konsumen, banyak yang mencari produk berkualitas tapi tidak tahu di mana. Nah itulah fungsi kita,” kata Moeldoko.

Sementara Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa AWR juga digunakan untuk mengomunikasikan program-program Kementan kepada penyuluh dan petani, termasuk jadwal rutin Mentan Syahrul menyapa petani setiap Jumat dari AWR Kementan ke seluruh KostraTani melalui program Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP).

“Bahkan Mentan bisa langsung menyapa petani setiap Jumat dari AWR ke seluruh Kostratani melalui program MSPP. AWR juga fasilitator atau pengelola data pertanian dari BPP Kostratani. Di saat yang sama, AWR memonitor standing crop tanaman padi di seluruh Indonesia,” kata Dedi Nursyamsi.

Dia menambahkan, dilakukan pula peningkatan kapasitas penyuluh dan petani melalui pelatihan-pelatihan dari AWR ke Kostratani yang dilakukan secara rutin maupun insidental.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Tingkatkan Produktivitas,...
Tingkatkan Produktivitas, Syngenta Bekali Petani Hortikultura dengan Buku Pintar
Regenerasi Petani, Kementan...
Regenerasi Petani, Kementan Ajak Anak Muda Masuk Pendidikan Vokasi Pertanian
Petani Minta Kaji Ulang...
Petani Minta Kaji Ulang Rencana Daerah Tarik Pajak Pohon Sawit
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
Rekomendasi
Aljazair dan Austria...
Aljazair dan Austria Lolos Dramatis usai Bermain Imbang 3-3 di Laga Penuh Drama
Daftar Lengkap 32 Tim...
Daftar Lengkap 32 Tim Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Berita Terkini
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved