Vaksin Berbayar Ditunda, Saham Kimia Farma Masih Menguat 12%

Senin, 12 Juli 2021 - 17:37 WIB
loading...
Vaksin Berbayar Ditunda,...
Ilustrasi. FOTO/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) kokoh berada di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (12/7/2021). Peningkatan saham KAEF tetap signifikan meskipun program vaksinasi Covid-19 mandiri ditunda pelaksanaannya.

Dilihat melalui RTI, pada penutupan perdagangan hari ini, saham KAEF meningkat Rp390 atau 12,38 persen ke Rp3.540 per lembar. Dalam sebulan terakhir saham KAEF telah mengalami kenaikan 37,74 persen dan dalam setahun kenaikannya mencapai 218,92 persen.

Baca Juga: Heboh Vaksin Berbayar, Direksi Kimia Farma Dipanggil DPR?

Frekuensi perdagangan saham KAEF mencapai 26.005 kali dengan 59,01 juta lembar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp204,53 miliar. Price Earning Ratio (PER) 284,21 dengan market cap sebesar 19,66 triliun. Sebelumnya dikabarkan, Kimia Farma akan membuka klinik vaksinasi Covid-19 individual berbayar mulai Senin (12/7/2021). Dengan begitu, masyarakat bisa melakukan vaksinasi Covid-19 lebih mudah di klinik Kimia Farma.

“Pelaksanaan vaksinasi individu oleh Kimia Farma Group ini merupakan upaya untuk mengakselerasi penerapan vaksinasi Gotong Royong dalam membantu program vaksinasi Indonesia mencapai herd immunity secepatnya,” kata Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong individu yang digelar di Klinik Kimia Farma Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (10/7/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
IHSG Ambles 4,57 Persen...
IHSG Ambles 4,57 Persen ke 7.577
OJK Sebut Sekuritas...
OJK Sebut Sekuritas Goreng Saham BEBS Raup Untung Rp14,5 Triliun
Rekomendasi
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved