PPKM Level 4 Perpanjangan Lebih Longgar, Investor Tetap Wait and See

loading...
PPKM Level 4 Perpanjangan Lebih Longgar, Investor Tetap Wait and See
investor di pasar finansial masih wait and see mengamati kondisi ekonomi dalam negeri. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 mulai 26 Juli sampai 2 Agustus 2021. Namun, dalam periode ini kegiatan pada pusat perbelanjaan, mal, juga pusat perdagangan bisa dibuka meski dengan kapasitas hanya 25% dan sampai pukul 17.00 waktu setempat.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang, IHSG Awal Pekan Diramal Meriang

Kendati lebih longgar dari sebelumnya, Head of Investment Strategy Bank of Singapore Eli Lee mengatakan bahwa investor di pasar modal saat ini masih wait and see (menunggu) sambil mengamati perkembangan ekonomi Indonesia.

"Kami melihat investor lebih mengambil sikap wait and see dibandingkan panic selling di tengah PPKM yang sedang diberlakukan saat ini. Ke depannya, kami masih melihat upside pada pasar
saham," kata Eli di Jakarta, Senin (26/7/2021).



Menurut dia, relatif stabilnya pasar modal juga didukung oleh rencana penawaran saham perdana (IPO) oleh GoTo dan Bukalapak. Untuk pasar obligasi, lanjut dia, adanya arus masuk asing, dan penawaran imbal hasil yang masih tinggi membuat investor masih percaya bahwa kondisi pasar obligasi nasional mendukung untuk sisa 2021.

Terkait sentimen ekonomi global, Eli mengatakan bahwa awal paruh kedua 2021 bertepatan dengan pembukaan kembali banyak ekonomi maju secara penuh. Dengan demikian, perekonomian global menurutnya tetap berada pada jalur yang tepat untuk tumbuh sedikit lebih dari 6% tahun ini, yang merupakan laju tercepat dalam lima dekade. Pembukaan kembali juga menetapkan ekonomi utama untuk secara bertahap keluar dari kebijakan moneter ultra-longgar.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang sampai 2 Agustus, Sudah Boleh Makan di Restoran

"Sementara volatilitas meningkat di tengah transisi ke bagian pertengahan siklus pemulihan, kami merekomendasikan untuk tetap berinvestasi dalam aset risiko," tandasnya.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top