Phoenix Donasikan Suplemen Herbal Halal kepada Pedagang Pakan Burung

Selasa, 27 Juli 2021 - 12:10 WIB
loading...
Phoenix Donasikan Suplemen...
Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Jumlah kasus harian positif dan kematian dengan total kumulatif terpapar virus Corona di Indonesia mencapai jutaan kasus. Berbagai pihak bahu-membahu melawan laju penambahan kasus Covid-19 dan juga dampaknya di Indonesia.

Berbagai macam cara dilakukan untuk itu, mulai dari menyumbang dana, alat kesehatan, obat-obatan, hingga vitamin dan obat herbal. Itu juga yang dilakukan oleh PT Phoenix (PT Dua Sigma Nusantara), perusahaan leading market dan top brand kategori pakan burung.

PT Phoenix menyalurkan donasi suplemen herbal modern halal Onoiwa dan Rafa Khomsah kepada para mitra dan pedagang pakan burung. Para pedagang menjadi fokus utama Phoenix karena gelombang kedua pandemi ini telah memukul telak para pedagang kecil yang harus tetap mencari nafkah di tengah kekhawatiran wabah Covid-19.

Baca juga:Apakah Covid-19 Berasal dari Kebocoran Lab? Bos WHO: Mungkin Saja!

"Kami sebagai perusahaan juga ingin berperan lebih dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang rentan dan berpotensi untuk terpapar virus Covid-19. Maka saat ini kami fokuskan ke para pedagang pakan burung," ujar CEO PT Phoenix Robert Imanuel Nunuhitu, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/7/2021).

Menurut Robert, para pedagang itu sudah seperti keluarga bagi Phoenix. Kegiatan penyaluran donasi ini diyakini sebagai salah satu cara terbaik untuk mendukung pedagang pakan burung melewati masa-masa penuh tekanan selama pandemi Covid-19.

Beberapa penelitian telah mengidentifikasi hubungan antara kadar albumin dan hasil yang merugikan pada pasien Covid-19 dengan cara memahami implikasi hipoalbuminemia yang akan membantu dokter meningkatkan perawatan pasien Covid-19. Hubungan antara hipoalbuminemia dan kematian juga dipelajari dengan menggunakan analisis logistik biner. Analisa menunjukkan adanya komorbiditas, limfopenia, dan hipoalbuminemia yang merupakan faktor prediktif untuk kematian, sebagaimana dikutip dari The National Center for Biotechnology Information.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Obat Herbal Diminati...
Obat Herbal Diminati di Manca Negara, Combiphar Tingkatkan Produksi
Blusukan ke Pasar di...
Blusukan ke Pasar di Semarang, Atikoh Ganjar Serap Aspirasi Pedagang Kecil
Covid Naik Lagi Jelang...
Covid Naik Lagi Jelang Nataru, Menhub Imbau Masyarakat Pakai Masker
Penjual Merchandise...
Penjual Merchandise Coldplay Panen Omzet di GBK: Raup Lebih dari Rp2 Juta
Penghargaan Jadi Modal...
Penghargaan Jadi Modal Bangun Citra Perusahaan
4 Juta Lebih NIB Sudah...
4 Juta Lebih NIB Sudah Diterbitkan untuk Pahlawan Ekonomi Nasional
Ini Tips Mengatasi Risiko...
Ini Tips Mengatasi Risiko Luka dan Luka Robek di Area Sensitif Akibat Wasir Kronis
BPOM Temukan 24 Obat...
BPOM Temukan 24 Obat Bahan Alam Mengandung Bahan Kimia Berbahaya
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekomendasi
Microdrama AI Second...
Microdrama AI Second Crown Tayang di V+Short, Drama Kerajaan yang Bikin Nagih
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Yamal Usul Duel Fisik...
Yamal Usul Duel Fisik Paredes vs Gavi Berlanjut di Ring Tinju
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
Infografis
Ukraina Menolak Bayar...
Ukraina Menolak Bayar Utang Rp5.705 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved