Ketakutan kepada Vaksin AstraZeneca, Peneliti Asal RI Indra Rudiansyah dan Carina Joe Angkat Suara

loading...
Ketakutan kepada Vaksin AstraZeneca, Peneliti Asal RI Indra Rudiansyah dan Carina Joe Angkat Suara
Indra Rudiansyah, salah satu peneliti vaksin Covid-19 AstraZeneca asal Indonesia, berkomentar terkait kekhawatiran masyarakat Indonesia dan juga hoaks yang tersebar terkait vaksin AstraZeneca. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Indra Rudiansyah, salah satu peneliti vaksin Covid-19 AstraZeneca, seorang mahasiswa program doktor Oxford University asal Indonesia, berkomentar terkait kekhawatiran masyarakat Indonesia dan juga hoaks yang tersebar terkait vaksin AstraZeneca .

Baca Juga: Peneliti Cantik Indonesia Ini Pemegang Salah Satu Hak Paten Vaksin AstraZeneca

Indra mengatakan, adanya ketakutan atau kekhawatiran dari masyarakat terhadap vaksin AstraZeneca, karena kurangnya informasi atau pengetahuan terkait vaksin tersebut.

“Setelah vaksin bisa demam dan justru mereka belum paham bahwa KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) side effect itu memang normal terjadi,” kata Indra dalam Indonesian Diaspora Network Global Media Interview with Indra Rudiansyah and Carina Joe.



Dia menjelaskan, bahwa semua obat-obatan memang memiliki efek dan itu memang normal terjadi. Sebagai contohnya, yakni kemoterapi untuk pengobatan kanker.

“Kita harus paham bahwa semua medicine itu ada side effectnya normal. Itu termasuk cancer, banyak orang melakukan kemoterapi yang sifatnya destruktif tapi masih banyak digunakan karena membawa benefit,” jelas Indra.

Baca Juga: Ikut Andil di Vaksin Astrazeneca, Erick Thohir Sebut Indra Rudiansyah Bisa Guncang Dunia

Lanjut Indra, penggunaan obat memang berdasarkan benefit dan risk yang timbulkan. Adapun terkait vaksin, sampai saat ini efek yang ditimbulkan karena Covid-19 lebih berbahaya daripada yang disebabkan oleh vaksin.

“Jadi penggunaan obat itu berdasarkan benefit dan risk yang ditimbulkan. Sampai sekarang ini, infeksi karena Covid-19 itu jauh lebih berbahaya daripada yang ditimbulkan oleh vaksin. Sebab, vaksin ada KIPI-nya, yaitu demam, mual, dan nyeri saat disuntik,” ujar dia.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top