Kedodoran Siapkan Kesejahteraan Kaum Pensiunan, China Rayu Swasta

Kamis, 19 Agustus 2021 - 14:38 WIB
loading...
Kedodoran Siapkan Kesejahteraan...
Foto/AP
A A A
JAKARTA - Bagi China , memiliki jumlah penduduk yang besar memang memiliki beberapa keuntungan. Salah satunya adalah ketersediaan tenaga kerja yang murah. Tak bisa dipungkiri, bahwa ekonomi China yang menjelma menjadi nomor dua terbesar di dunia, didorong oleh sektor properti yang tak bisa dilepaskan oleh jumlah penduduknya yang banyak.

Namun, perlahan-lahan jumlah penduduk yang banyak itu juga membawa konsekuensi tersendiri. Terutama terkait dengan kesejahteraan golongan usia lanjut, atau kaum pensiunan.

Baca juga: Lempar Bayi ke Tentara, Inggris Tak Bisa Ambil Anak Tanpa Pendamping

Pada bulan Mei, data sensus menunjukkan bahwa warga China yang berusia 65 tahun atau lebih sekitar 13,5% dari 1,4 miliar penduduk di tahun 2020. Jumlah itu melonjak dari 8,87% dalam satu dekade.

Nah untuk menghadapi persoalan dana pensiun warganya, seperti dikutip dari SCMP.com, China berencana untuk mendirikan perusahaan pensiun negara dengan modal sebesar 11,15 miliar yuan (USD1,72 miliar atau setara Rp24,7 triliun).

Saat ini Pemerintah China sedang merayu keterlibatan sektor publik dan swasta karena tweak system pensiun yang mencapai USD1,2 triliun untuk populasi yang menua dengan cepat dan dihadapkan dengan prospek kekurangan dana.

Tujuh belas unit manajemen kekayaan yang berafiliasi dengan bank, perusahaan asuransi dan lembaga negara akan mengambil saham di perusahaan yang dibangun pemerintah. Asosiasi Asuransi China mengungkap, nantinya para pemegang saham terbesar adalah wealth management dari lima bank besar di China, masing-masing dengan kepemilikan 8,97%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Rekomendasi
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
Ditangkap Polda Metro...
Ditangkap Polda Metro Jaya, Dokter Tifa: Tepat saat Saya Menghadap Ujian S3
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Berita Terkini
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Jaga Akses hingga Wilayah 3T
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved