Kontradiktif, Insentif PPnBM Kendaraan Bermotor Sebaiknya Direm
Rabu, 25 Agustus 2021 - 10:42 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan kebijakan insentif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor sebaiknya dihentikan. Langkah itu seiring dengan penerapan PPKM .
“Kebijakan insentif PPnBM kendaraan bermotor sebaiknya dihentikan dulu karena tidak sejalan dengan pembatasan sosial yang sedang dilakukan oleh pemerintah lewat PPKM,” kata Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (25/8/2021).
Menurut Bhima, tujuan PPKM sendiri adalah untuk membatasi pergerakan masyarakat agar kasus harian Covid-19 dapat segera turun. Sedangkan insentif pembelian mobil baru justru bisa memicu terjadinya mobilitas.
Baca juga: 4 Alasan Mengapa Motor Baru Tidak Lagi Gunakan Kick Starter
“Ini kontradiktif, tidak inline dengan kebijakan penanganan pandemi. Semangat untuk menurunkan emisi karbon juga menjadi kurang konsisten ketika jumlah mobil baru berbahan bakar BBM justru didorong. Tapi kenapa PPnBM-nya justru ke mobil berbahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan," katanya
“Kebijakan insentif PPnBM kendaraan bermotor sebaiknya dihentikan dulu karena tidak sejalan dengan pembatasan sosial yang sedang dilakukan oleh pemerintah lewat PPKM,” kata Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (25/8/2021).
Menurut Bhima, tujuan PPKM sendiri adalah untuk membatasi pergerakan masyarakat agar kasus harian Covid-19 dapat segera turun. Sedangkan insentif pembelian mobil baru justru bisa memicu terjadinya mobilitas.
Baca juga: 4 Alasan Mengapa Motor Baru Tidak Lagi Gunakan Kick Starter
“Ini kontradiktif, tidak inline dengan kebijakan penanganan pandemi. Semangat untuk menurunkan emisi karbon juga menjadi kurang konsisten ketika jumlah mobil baru berbahan bakar BBM justru didorong. Tapi kenapa PPnBM-nya justru ke mobil berbahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan," katanya
Lihat Juga :