Pelaksana Program Kartu Prakerja: Ibarat Makan Prasmanan, Peserta Bebas Pilih Lauk Pauk

loading...
Pelaksana Program Kartu Prakerja: Ibarat Makan Prasmanan, Peserta Bebas Pilih Lauk Pauk
Ibarat makan prasmanan, program Kartu Prakerja menyediakan beragam lauk pauk. Dimana tercatat, program Kartu Prakerja kini memiliki 1.500 jenis pelatihan dari sekitar 180 lembaga pelatihan. Foto/Dok
JAKARTA - Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja , Denni Puspa Purbasari mengibaratkan, program Kartu Prakerja seperti layaknya makan prasmanan yang menyediakan beragam lauk pauk. Tercatat, kini ada 1.500 jenis pelatihan dalam kartu prakerja dari sekitar 180 lembaga pelatihan.

“Ibarat makan prasmanan, kami sediakan semua. Para peserta bebas memilih sendiri lauk pauknya. Kualitas dan harga pelatihan pun terjaga dengan baik karena setiap lembaga penyedia pelatihan bersaing dalam mekanisme pasar yang teregulasi oleh Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja,” kata doktor ekonomi lulusan University of Colorado at Boulder Amerika Serikat ini di Jakarta.

Baca Juga: Kisah Alumni Program Kartu Prakerja: Membantu Perjalanan Karir hingga Asmara

Sambung Denni Puspa Purbasari memaparkan, bahwa ekosistem Kartu Prakerja sudah menjaring tiga job portal untuk memberikan fitur ‘job recommendation’ di dashboard masing-masing peserta. “Misalnya, seorang penerima Kartu Prakerja menyelesaikan pelatihan desain grafis, maka ia akan menerima informasi lowongan pekerjaan di bidang itu di berbagai lokasi se-Indonesia,” urainya.



Selain itu, masih bekerjasama dengan job portal yang sama, website prakerja.go.id juga memiliki fitur ‘Tren Rekrutmen’ yang memberikan informasi bagi para peserta tentang pekerjaan apa yang paling dicari saat ini.

“Di situ ada sepuluh besar lowongan pekerjaan yang paling dicari. Terus diperbarui dari bulan ke bulan dan dibreakdown sampai provinsi,” kata Deputi Kepala Staf Kepresidenan 2015-2010 ini.

Untuk saat ini, sepuluh besar pekerjaan paling dicari yang tercantum pada ‘Tren Rekrutmen’ www.prakerja.go.id diduduki antara lain bidang penjualan ritel, pemasaran/pengembangan bisnis, IT-perangkat lunak, akuntansi umum/pembiayaan, penjualan-korporasi, personalia, perbankan dan staf administrasi umum.

Meski lahir dan beroperasi dari dana APBN, Denni meyakinkan bahwa Program Kartu Prakerja menekankan diri menjadi produk yang menerapkan prinsip ‘costumer sentris’, yakni sebuah layanan dengan menitikberatkan pada kepuasan konsumen.

“Kami bertekad menjadi sebuah produk, dan, layaknya sebuah korporasi, kami berjuang agar produk ini jangan sampai jadi produk gagal. Bukan semata melakukan penyerapan APBN. Untuk itu, kami harus mendengarkan suara konsumen di era end to end digital ini,” katanya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top