Antisipasi Gelombang ke-3 Covid-19, Luhut: Kami Sudah Lebih Siap !

loading...
Antisipasi Gelombang ke-3 Covid-19, Luhut: Kami Sudah Lebih Siap !
Luhut Binsar Pandjaitan mengaku pihaknya sudah lebih siap mengantisipasi soal risiko gelombang ketiga Covid-19. Sambung dia menerangkan, pihaknya akan menjaga kasus harian Covid-19 pada level 2.700 hingga 3.000 kasus. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) sekaligus koordinator PPKM, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa Indonesia harus mewaspadai soal risiko gelombang ketiga Covid-19 .

Baca Juga: Jokowi Ingatkan Waspadai Gelombang Ketiga Covid-19

Meski demikian, Luhut mengaku pihaknya sudah lebih siap mengantisipasi. Sambung dia menerangkan, pihaknya akan menjaga kasus harian Covid-19 pada level 2.700 hingga 3.000 kasus.

“Untuk mengantisipasi agar tidak sampai terjadi gelombang ketiga jumlah kasus disarankan ditahan pada tingkat 10 kasus per juta penduduk per hari, atau dalam kasus Indonesia berkisar 2.700 atau 3.000-an kasus. Saya rasa kami sudah lebih siap," kata Luhut melalui keterangan yang diterima MNC Portal Indonesia, Selasa (21/9/2021).



Menko Luhut pun meyakini Indonesia akan bisa mengendalikan pandemi dengan target tersebut. Kuncinya menurut dia yakni 3T, 3M, penggunaan PeduliLindungi serta vaksinasi yang masif.

"Oleh karena itu, kita jangan cepat-cepat euforia terhadap kondisi ini, karena sangat mungkin terjadi hal-hal yang di luar dugaan kita. Karena masih banyak ketidaktahuan kita mengenai delta varian dan sebangsanya itu," ujarnya.

Baca Juga: Luhut : Vaksinasi Jadi Syarat Proses Transisi Jadi Endemi !

Capaian kasus harian juga menunjukkan tren yang terus membaik, kasus konfirmasi secara nasional hari ini berada di bawah 2.000 kasus dan kasus aktif sudah lebih rendah dari 60 ribu.

“Untuk Jawa-Bali, kasus harian turun hingga 98,0% dari titik puncaknya pada 15 Juli lalu. Kunci menahan gelombang baru adalah mengendalikan jumlah kasus pada masa strolling (ketika kasus sedang rendah),” tandasnya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top