Usai Ketemu Presiden Jokowi, Peternak Ayam Gelar Rakor
Rabu, 22 September 2021 - 08:45 WIB
loading...
Perwakilan peternak ayam menggelar rakor menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Presiden Jokowi. Foto/Putra R
A
A
A
BOGOR - Sejumlah perwakilan peternak ayam broiler se-Jawa menggelar rapat koordinasi menindaklanjuti pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ada beberapa poin atau masukan yang disampaikan oleh para peternak kepada Jokowi.
"Pertemuan hari ini untuk melaporkan secara resmi kepada anggota bahwa ini hasil pertemuan dengan Presiden. Dengan pertemuan ini, kita mengharap apapun tanggal 15 September itu sudah sangat bagus. Semua yang kita usulkan sebagai peternak broiler itu tidak ada yang ditolak, itu sangat luar biasa di luar dugaan kita," kata Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Herry Darmawan di Kota Bogor, Selasa (21/9/2021).
Baca Juga: Didera Rugi, Ratusan Ribu Peternak Ayam Sudah Bangkrut
Adapun yang disampaikan peternak kepada Jokowi di Istana Negara Jakarta bebeeapa waktu lalu itu yakni pemasaran hasil ayam broiler sering bermasalah. Terutama yang dialami peternak mandiri kecil, karena sering bersaing di pasar tradisional dengan produksi dari perusahaan konglomerasi, oleh karena itu perlu adanya segmentasi produk ayam broiler.
"Perusahaan konglomerasi tidak boleh menjual ayam hidup, karena menjual ayam hidup merupakan segmen pasar peternak rakyat mandiri kecil," jelasnya.
Kemudian, tambah Herry, peternak rakyat mandiri sering dihadapkan tingginya harga pakan dan Day Old Chick (DOC) atau anak ayam umur sehari. Hal itu dipicu tingginya harga jagung, dimana jagung merupakan komposisi terbesar dari pakan ayam 50 persen sehingga peternak memohon diupayakan dengan harga yang wajar dan persediaan yang cukup.
"Pertemuan hari ini untuk melaporkan secara resmi kepada anggota bahwa ini hasil pertemuan dengan Presiden. Dengan pertemuan ini, kita mengharap apapun tanggal 15 September itu sudah sangat bagus. Semua yang kita usulkan sebagai peternak broiler itu tidak ada yang ditolak, itu sangat luar biasa di luar dugaan kita," kata Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Herry Darmawan di Kota Bogor, Selasa (21/9/2021).
Baca Juga: Didera Rugi, Ratusan Ribu Peternak Ayam Sudah Bangkrut
Adapun yang disampaikan peternak kepada Jokowi di Istana Negara Jakarta bebeeapa waktu lalu itu yakni pemasaran hasil ayam broiler sering bermasalah. Terutama yang dialami peternak mandiri kecil, karena sering bersaing di pasar tradisional dengan produksi dari perusahaan konglomerasi, oleh karena itu perlu adanya segmentasi produk ayam broiler.
"Perusahaan konglomerasi tidak boleh menjual ayam hidup, karena menjual ayam hidup merupakan segmen pasar peternak rakyat mandiri kecil," jelasnya.
Kemudian, tambah Herry, peternak rakyat mandiri sering dihadapkan tingginya harga pakan dan Day Old Chick (DOC) atau anak ayam umur sehari. Hal itu dipicu tingginya harga jagung, dimana jagung merupakan komposisi terbesar dari pakan ayam 50 persen sehingga peternak memohon diupayakan dengan harga yang wajar dan persediaan yang cukup.
Lihat Juga :