Sampai Akhir Agustus APBN Sudah Tekor Rp383,2 Triliun
Kamis, 23 September 2021 - 12:53 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan bahwa defisit APBN hingga akhir Agustus mencapai Rp383,2 triliun. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan ( Kemenkeu ) melaporkan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara ( APBN ) hingga akhir Agustus 2021 tercatat mencapai Rp383,2 triliun.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan defisit tersebut setara dengan 2,32% produk domestik bruto (PDB). Sementara itu, keseimbangan primer hingga Agustus 2021 mencapai Rp170 triliun.
Baca Juga: Sampai Juli 2021, Defisit APBN Tembus Rp336,9 Triliun
"Defisit anggaran kita sudah mencapai Rp383,2 triliun atau 2,32% dari GDP (gross domestic product). Tetapi jangan lupa, defisit dalam UU APBN itu 5,7% dari GDP," ujar Sri Mulyani dalam konferensi melalui video, Kamis (23/9/2021).
Sri Mulyani memerinci, realisasi belanja negara hingga akhir Agustus 2021 telah mencapai Rp1.560,8 triliun atau 56,8% dari pagu Rp2.750 triliun. Belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp1.087,9 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) senilai Rp472,9 triliun. Realisasi TKDD melanjutkan kontraksi sebesar 15,2%.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan defisit tersebut setara dengan 2,32% produk domestik bruto (PDB). Sementara itu, keseimbangan primer hingga Agustus 2021 mencapai Rp170 triliun.
Baca Juga: Sampai Juli 2021, Defisit APBN Tembus Rp336,9 Triliun
"Defisit anggaran kita sudah mencapai Rp383,2 triliun atau 2,32% dari GDP (gross domestic product). Tetapi jangan lupa, defisit dalam UU APBN itu 5,7% dari GDP," ujar Sri Mulyani dalam konferensi melalui video, Kamis (23/9/2021).
Sri Mulyani memerinci, realisasi belanja negara hingga akhir Agustus 2021 telah mencapai Rp1.560,8 triliun atau 56,8% dari pagu Rp2.750 triliun. Belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp1.087,9 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) senilai Rp472,9 triliun. Realisasi TKDD melanjutkan kontraksi sebesar 15,2%.
Lihat Juga :