Bursa Asia Mixed, Investor Masih Pantau Kasus Utang Evergrande China

Senin, 04 Oktober 2021 - 10:33 WIB
loading...
Bursa Asia Mixed, Investor Masih Pantau Kasus Utang Evergrande China
Sebagian besar bursa saham Asia dibuka variatif pada awal pekan Senin (4/10/2021). Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Sebagian besar bursa saham Asia dibuka variatif pada awal pekan Senin (4/10/2021). Memasuki kuartal IV/2021, pasar diproyeksikan optimis seiring harapan akan ada peningkatan pertumbuhan ekonomi di tengah kekhawatiran atas tekanan inflasi.

Nikkei 225 (N225) Jepang dibuka menguat di level 29.044,47 dari penutupan pekan lalu di 28.771,07. Hingga pukul 09:29 WIB, N225 merosot (-1,07%) di 28.461,99.

Baca juga: Kapitalisasinya Tembus Rp35,5 Kuadriliun, IMF Desak Dunia Awasi Aset Kripto

Hang Seng Hong Kong (HSI) dibuka turun di 24.478,68 dari penutupan sebelumnya di 24.575,64. Pukul 09:35 WIB, HSI anjlok (-2,38%) di 23.990,37. Sedangkan Shanghai Composite China (SSEC) masih tutup. Sementara itu, KOSPI Korea Selatan (KS11) juga dibuka anjlok di 3.056,21 dari 3.068,82. KS11 masih stagnan (0,00%) di 3.019,18.

Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka menguat di 6.234 dan bergerak naik (1,33%) di 6.311 pukul 09:55 WIB. ASX 200/S&P Australia juga ikut menguat (1,05%) di 7.260.

Investor Asia-Pasifik dimungkinkan masih memantau perkembangan dari grup properti China, Evergrande terkait masalah utangnya yang masih berlanjut. Di samping itu, pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) dan sekutunya pada hari ini Senin (4/10/2021) bakal ikut menggerakkan pasar di tengah lonjakan minyak mentah dunia.

Baca juga: Naik Terus! Cek Harga Emas Antam Terbaru di Awal Pekan

Lebih jauh lagi, adanya perlambatan ekonomi akibat Covid-19 menjadi kekhawatiran khusus bagi pasar mengingat rantai pasokan juga ikut terhambat disertai krisis energi yang merebak di tingkat global.

"Investor perlu memperhatikan potensi musiman pasar. Apabila kuartal keempat jelek, maka bakal sangat jelek, tetapi jika kuat maka cenderung sangat kuat," kata CEO Tallbacken, Michael Purves kepada Bloomberg, Senin (4/10/2021).
(ind)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1700 seconds (10.55#12.26)