Jemaah Umrah RI Masih Ditangguhkan, AMPHURI Minta Pemerintah Gencar Lobi Saudi
Selasa, 05 Oktober 2021 - 13:40 WIB
loading...
Meskipun Arab Saudi sudah mencabut larangan masuk bagi ekspatriat RI, hingga kini izin umrah belum diberikan. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) berharap pemerintah Arab Saudi segera membuka pintu bagi jemaah umrah asal Indonesia. Meskipun Arab Saudi sudah mencabut larangan masuk bagi ekspatriat RI, hingga kini izin umrah belum diberikan.
Ketua Umum AMPHURI Firman M Nur menyampaikan keprihatinannya khususnya pada jemaah yang sudah mendaftar dan membayar tetapi kenyataannya ditunda keberangkatannya terhitung sejak 27 Februari 2020 atau hampir 20 bulan.
"Kabar gembira saya dengar pemerintah Arab Saudi telah membuka diri secara besar-besaran, secara normal bahkan kami katakan, karena target jemaah per harinya itu sekarang mulai dari 70.000 pada 8 Agustus dan per 1 Oktober kemarin menjadi 100.000," katanya dalam program Market Review IDX Channel, Jakarta, Selasa (5/10/2021).
Baca juga: Soal Umrah, HNW Nilai Tingkat Vaksinasi Bisa Jadi Daya Tawar Indonesia ke Saudi
Dengan adanya kabar gembira tersebut awalnya Firman optimis, namun tetap prihatin dan menyayangkan bahwa Indonesia masih dalam status ditangguhkan atau disuspend.
"Kami selaku asosiasi terus melakukan hubungan-hubungan dengan pihak swasta di Saudi Arabia, karena ketidakhadiran jemaah umrah Indonesia di Tanah Suci sangat berefek pada sektor usaha yang menyediakan layanan di Saudi Arabia," tuturnya.
Dia menyebut, usaha yang paling berdampak karena tak ada jemaah umrah Indonesia adalah hotel. Menurut Firman, Indonesia sebagai pengirim jemaah terbesar di dunia kedua setelah Pakistan dengan pencapaian 1,2 juta jemaah per tahun, membuat jemaah Indonesia yang mayoritas mengisi hotel bintang 5 dan 4 di sekitar Masjidil Haram.
Ketua Umum AMPHURI Firman M Nur menyampaikan keprihatinannya khususnya pada jemaah yang sudah mendaftar dan membayar tetapi kenyataannya ditunda keberangkatannya terhitung sejak 27 Februari 2020 atau hampir 20 bulan.
"Kabar gembira saya dengar pemerintah Arab Saudi telah membuka diri secara besar-besaran, secara normal bahkan kami katakan, karena target jemaah per harinya itu sekarang mulai dari 70.000 pada 8 Agustus dan per 1 Oktober kemarin menjadi 100.000," katanya dalam program Market Review IDX Channel, Jakarta, Selasa (5/10/2021).
Baca juga: Soal Umrah, HNW Nilai Tingkat Vaksinasi Bisa Jadi Daya Tawar Indonesia ke Saudi
Dengan adanya kabar gembira tersebut awalnya Firman optimis, namun tetap prihatin dan menyayangkan bahwa Indonesia masih dalam status ditangguhkan atau disuspend.
"Kami selaku asosiasi terus melakukan hubungan-hubungan dengan pihak swasta di Saudi Arabia, karena ketidakhadiran jemaah umrah Indonesia di Tanah Suci sangat berefek pada sektor usaha yang menyediakan layanan di Saudi Arabia," tuturnya.
Dia menyebut, usaha yang paling berdampak karena tak ada jemaah umrah Indonesia adalah hotel. Menurut Firman, Indonesia sebagai pengirim jemaah terbesar di dunia kedua setelah Pakistan dengan pencapaian 1,2 juta jemaah per tahun, membuat jemaah Indonesia yang mayoritas mengisi hotel bintang 5 dan 4 di sekitar Masjidil Haram.
Lihat Juga :